Air Tanker

Pemadam Kebakaran Hutan dari Udara

Oleh :Aviasi.com | 27 Februari 2021

Air tanker adalah salah satu sebutan selain dari waterbomber yang mengacu kepada penggunaan pesawat terbang baik yang fixed wing maupun helikopter untuk memadamkan kebakaran hutan.

Pemadaman Kebakaran Hutan

Foto : Rick Lisle (Pixabay.com) RiRichard Lisle chard Lisle

Bencana kebakaran hutan merupakan bencana alam yang memerlukan penanggulangan yang serius karena jika tidak maka kebakaran dapat meluas dengan cepat dan terkadang bisa meluas ke permukiman warga.

Tidak heran jika di beberapa negara yang memiliki resiko kebakaran hutan yang tinggi seperti Amerika menyiapkan lebih dari U$ 250 juta per tahunnya di antaranya untuk menyiapkan armada mereka baik yang mereka miliki, sewa atau kontrak pada setiap musim kebakaran hutan tiba.

Jenis pesawat yang digunakan untuk menanggulangi kebakaran hutan ini dapat berupa pesawat fixed wing seperti Boeing 747 Supertanker, Boeing 737, Bombardier 415, Lockheed Martin C-130 Hercules, McDonall Douglas DC 10 dan lainnya.

Pesawat fixed wing ini selain terbang dengan rendah dan menjatuhkan air dan atau bahan chemical lainnya untuk memadamkan api, mereka juga menerjunkan personil yang terlatih untuk memadamkan kebakaran hutan atau yang disebut sebagai smokejumper.

Helikopter juga sering digunakan untuk memadamkan kebakaran hutan dengan menggunakan teknik rapelling atau sejenis ember yang diikatkan dengan tali ke helikopter.

Beberapa jenis helikopter yang umum digunakan adalah Boeing Vertol 107 yang merupakan versi sipil dari Boeing CH-46 Sea Knight, Bell 204 dan 205 ( model dari Bell UH-1 Iroquois), Bell 212 dan Sikorsky S-64 Skycrane.

Pesawat Pemadam Kebakaran Hutan

Foto : Janek Szymanowski (pixabay.com)

Para pilot pesawat-pesawat ini pun sangatlah terlatih untuk dapat terbang pada ketinggian dan kecepatan rendah pula yang memiliki resiko tinggi.


Pada kebakaran hutan di Austalia Barat misalnya, pesawat C-130 Hercules yang berpartisipasi dalam memadamkan kebakaran hutan harus terbang pada ketinggian 200 feet dan dengan kecepatan 120 knot pada posisi flap 100%.

Selain itu pula secara mental, para penerbang pesawat ini teruji karena juga harus siap melakukan penerbangan berkali kali serta jauh dari keluarga mereka.