Faktor Manusia dalam Dunia Penerbangan

Oleh Aviasi.com | 15 Februari 2021

Manusia merupakan komponen yang memegang peranan sangat penting dalam setiap pelaksanaan kegiatan, tugas/aktivitas, baik secara individu maupun kelompok.

Dalam dunia penerbangan faktor manusia lah yang memberikan kontribusi utama dalam pengoperasian pesawat terbang untuk mencapai suatu standar keselamatan penerbangan.

Aviasi
Foto : Michael Payne (unsplash.com)

Saling pengertian yang baik sesama manusia yang bekerja secara sinergi dalam sebuah perusahaan penerbangan akan menciptakan satu atmosfir kerja yang lebih nyaman sehingga segala pelaksanaan tugas dapat menghasilkan keluaran output yang diharapkan, yaitu selamat dan efisien.

Oleh sebab itu seorang pimpinan perusahaan penerbangan wajiblah mengetahui sebanyak mungkin tentang seluk beluk manusia yang bekerja di perusahaannya, dimana sekelompok manusia bekerja bersama-sama dengan sebuah komitmen untuk mengoperasikan pesawat terbang dengan teknologi yang begitu kompleks serta sarat dengan risiko bahaya dengan mengoptimalkan peran dan performa masing-masing guna mencapai suatu tingkat keselamatan yang tinggi dan mengurangi kesalahan-kesalahan yang dibuat manusia. Seluk beluk faktor manusia yang perlu diketahui oleh pimpinan perusahaan, antara lain :

  • Pengetahuan dan ketrampilan individu. Pengetahuan utama yang perlu diketahui dalam dunia penerbangan antara lain pengetahuan kedirgantaraan (aeronautical knowledge) serta berbagai piranti lunak lainnya seperti pengetahuan tentang sistem pesawat terbang, manual, SOP dan lain sebagainya.
    Sementara ketrampilan (skill) sangat dipengaruhi oleh kualitas kurikolum/silabus pelatihan, kualitas tenaga instruktur penerbang serta personil pendukung lainnya dalam perusahaan

  • Karakter dan Budaya (Behavior and Culture) Utamanya adalah segala tingkah laku seseorang yang berkaitan dengan disiplin.
    Ada jenis disipil yang ditaati karena ada perintah dan ada pengawasan, namun dalam dunia penerbangan seharusnya disiplin ditaati atas kesadaran, tekad dan komitmen sendiri tunduk kepada dan mengikuti semua peraturan dan prosedur demi keselamatan.

  • Tampilan kemampuan (performance), baik yang terukur maupun yang tidak terukur.

  • Keterbatasan (limitation) individu Hal ini merupakan salah satu faktor yang perlu mendapat perhatian khusus dari pimpinan perusahaan penerbangan untuk menghindari terjadinya kecelakaan.

Dari fakta-fakta tersebut semakin jelaslah bahwa fktor manusia merupakan komponen sentral di dalam sistem pangoperasian pesawat terbang.

Selain itu dapat pula disimpulkan bahwa apabila seseorang telah menguasai seluruh pengetahuan yang diperlukan sesuai bidangnya, dilanjutkan dengan nilai ketrampilan yang memadai, serta didukung oleh sikap (attitude) yang baik, akan melahirkan seorang penerbang yang mampu melaksanakan rugasnya secara professional.

Seorang Manajer Personalia sebuah perusahaan penerbangan di Luar Negeribernama Haskins mempekenalkan model “SHEL” dalam keterkaitan berbagai komponen dalam pengoperasian sebuah alat seperti pesawat terbang, sebagai berikut :

  • S : Software, yaitu pengetahuan teori tentang segala ilmu yang berhubungan dengan kedirgantaraan, termasuk pengetahuan tentang sistem pesawat terbangnya

  • H : Hardware, dalam hal ini pesawat terbang sebagai ujung tombak perusahaan yang akan dioperasikan oleh “L”

  • E : Envirnment, situasi lingkungan dimana “S”, “H”, dan “L” dapat difungsikan untuk mengoperasikan “H”

  • L : Liveware, elemen-elemen manusia yang terlibat langsung dalam pengoperasian “H”.

Dalam model SHEL ini terlihat bahwa peranan “L”, dalam hal ini awak pesawat adalah sangat penting dan dominan karena berpengaruh langsung dengan pengoperasian “H” dengan menghasilkan sebuah “output” yang diharapkan yaitu safe and efficient.

Untuk mempertahankan kondisi awak pesawat tetap prima sehingga mampu menampilkan performa yang prima juga, maka seorang pimpinan perusahaan haruslah memahami faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi menurunnya performa awak pesawat, diantaranya :

  • Health. Kondisi kesehatan yang prima merupakan kondisi yang ideal sehingga dapat beraktivitas dengan baik

  • Fatique. Kelelahan fisik dan atau mental yang dapat dipicu oleh kondisi “stress”,pengobatan yang salah, ataupun karena kelebihan jam kerja/jam terbang

  • Rhythm of Disturbance. Gangguan pada detak jantung yang tidak teratur/tidak normal yang dipicu karena stress, terlalu banyak konsumsi minuman beralkohol, ataupun penyakit lainnya

  • Sleep Deprivation. Gangguan yang menyebabkan kondisi tidak fit karena kurang tidur disebabkan kebiasaan bergadang, keluar malam dan minum-minum di bar

  • Stress. Suatu sikap manusia baik secara fisik maupun mental sebagai reaksi terhadap berbagai perubahan jalan hidup yang tidak sesuai dengan yang diharapkan.

  • Penyebab stress ada dua macam, yaitu “External Cause” dan “Internal Cause”. Penyebab Eksternal, antara lain perubahan jalan kehidupan yang signifikan, terlalu sibuk bekerja, sering over time, masalah Keuangan, banyak utang yang belum menemukan cara pengembaliannya, Masalah pekerjaan atau masalah di sekolah bagi anak yang masih bersekolah, masalah Keluarga, dan kesulitan Dalam Pergaulan.

Sementara penyebab Internal, antara lain :

1) Adanya perasaan was-was dan kekhawatiran yang kronis

2) Harapan yang tidak realistik apalagi bagi seorang perfeksionis

3) Berpikiran yang terlalu kaku, kurang fleksibel

4) Orang yang selalu pessimis

5) Terlalu berpikiran negative terhadap situasi lingkungan

Lalu, bagaimana dampak stress pada manusia, dan bagaimana cara mengelolanya?

Beberapa akibat stress yang gampang terlihat, antara lain :

1) Timbulnya berbagai macam penyakit

2) Depresi

3) Sakit jantung

4) Kondisi susah tidur

5) Berat badan bisa turun drastis atau bisa juga naik tergantung reaksi individu

6) Rasa gatal-gatal dan penyakit kulit kainnya seperyi eksim

Cara mengelola stress (“Stress Management”) adalah sebagai berikut :

1) Lakukan kegiatan Olah Raga sesuai kegemaran

2) Hidup lebih teratur

3) Menerima dengan ikhlas segala kenyataan yang tidak mungkin bias dirubah

4) Gunakan waktu yang banyak untuk hal-hal yang lucu dan menggembirakan

5) Perbanyak kegiatan relaksasi

6) Perbanyak kegiatan pergaulan dengan sahabat-sahabat sebagai tempat curhat.

CRM (Crew Resource Management). Salah satu aplikasi yang berkaitan dengan Human Factor dalam kelompok awak pesawat yang bekerja sama secara sinergi dalam pengoperasian pesawat terbang diwujudkan dalam CRM sebagai sebuah bentuk perjanjian kerja sama sehingga harus ada persyaratannya, antara lain :

  1. Konsepnya haruslah jelas dan harus dipahami serta dihayati oleh masing-masing awak pesawat

  2. Pengetahuan dan skill masing-masing awak pesawat sesuai bidangnya haruslah prima

  3. SOP harus ada dan dimengerti oleh masing-masing awak pesawat

  4. Latihan kerjasama sinergi harus sering dilakukan

  5. Captain Pilot bertanggung jawab secara hukum dan peraturan

  6. Semua awak pesawat harus patuh kepada SOP dengan mengabaikan karakter masing-masing

  7. Perlu saling pengertian sesama awak pesawat

Bukan saja dalam bidang penerbangan, tetapi dalam segala hal faktor Manusia memegang peranan yang sangat penting, sehingga banyak pemerintah Negara didunia yang mengutamakan pembangunan SDM nya sebelum pembangunan di bidang lain. Falsafah kuno bangsa China tentang Manusia “ :

If You want one month prosperity, grow corn
if You want a year prosperty, grow trees
If You want a hundred years of prosperity, grow people

Catatan Redaksi :
Tulisan dari seorang pensiunan AAU 64 yang masih gemar menulis.