Paspor Digital Perjalanan

Paspor Digital Perjalanan

foto : Markus Winkler (unsplash.com)

Aviasi.com, 7 Maret 2021

Organisasi Pengangkutan Udara Internasional atau IATA telah meluncurkan aplikasi travel dimana aplikasi ini akan menyimpan dokumentasi kesehatan terutama yang menyatakan bahwa seseorang negatif Covid 19.

Passport kesehatan ini akan memudahkan pihak maskapai dan pemerintah setempat dalam melakukan pengecekan hasil tes Covid 19 sehingga hasil tes yang dilakukan oleh air traveler di laboratorium tersimpan dan valid dalam bentuk digital,

Tujuan dari IATA seperti disebutkan pada website resminya bahwa aplikasi ini bertujuan untuk agar pihak pemerintah negara negara tujuan dari air traveler ini dapat menggunakan dokumentasi digital kesehatan ini sebagai data yang valid dan berharap program karantina pada negara tujuan dapat dihapuskan.

Beberapa maskapai sudah memulai untuk menerapkan aplikasi ini seperti maskapai Air New Zealand, Emirates, Qatar, Gulf Air, Etihad, Qantas, Copa Airlines, Malaysia Airlines, Rwand Air, Air Baltic dan Singapore Airlines.

Aplikasi ini yang dikenal sebagai passport vaksin akan menjadi dokumentasi yang akan memudahkan air traveler kelak saat ingin melakukan perjalanan melalui angkutan udara ke negara lain.

Dokumen kesehatan yang berisi hasil tes Covid 19 ini akan tersimpan dalam data di aplikasi ini dan akan dapat di baca melaui QR code seperti pada aplikasi lainnya.

Namun Badan Kesehatan Dunia atau WHO menyarankan agar aplikasi ini tidak dijadikan sebuah validasi dan menutup kemungkinan penyebaran virus corona ini karena vaksin yang kini sudah tersedia belum dapat dikatakan efektif.

Pada akhirnya semua akan bergantung kepada kebijakan negara negara dalam membuka kembali pintu gerbangnya untuk para air traveler perlu dan di saat beberapa maskapai dunia sudah mulai kembali bergeliat.

Mudah-mudahan Pandemi segera berakhir dengan tuntas sehingga keadaan akan kembali sediakala sebelum Pandemi.