AVIASI.COM

AVIASI DAN PARIWISATA

ARTIKEL UMUM

Mobilitas Udara Perkotaan

Oleh Aviasi.com | 18 Februari 2021

Drone
Ilustrasi Drone (Foto : Pixabay.com)

Perkembangan kehidupan perkotaan mengalami peningkatan yang sangat signifikan dan diramalkan bahwa di masa mendatang kepadatan populasi akan terjadi di perkotaan dengan banyaknya orang yang berpindah dari daerah non perkotaan.

Hal ini akan juga berimbas pada transportasi darat di kota kota yang mengalami lonjakan penduduk sehingga akan mengakibatkan kepadatan lalu lintas.

Jika kita melihat ke belakang sekitar 20 tahun yang lalu, lalu lintas di Jakarta masih belum sepadat saat ini, waktu tempuh perjalanan dengan kendaraan yang dulu mungkin bisa dicapai dalam waktu 30 menit, sekarang sudah jadi 2 kali lipat atau mungkin lebih.

Kemacetan lalu lintas terjadi hampir di setiap sudut jalanan baik itu di tengah kota maupun penghubung ke daerah sekitarnya atau suburb.

Perjalanan dari tengah kota menuju Bandara Soekarno Hatta dari tahun ke tahun juga semakin lama waktu tempuhnya, sehingga kita harus berangkat jauh lebih awal bila memiliki skedul terbang,

Urban Air Mobility atau bila kita terjemahkan langsung ke bahasa Indonesia dengan Mobilitas Udara Perkotaan adalah solusi dari keadaan yang sedang dialami oleh semua kota besar di dunia.

Urban Air Mobility adalah sebuah sistem transportasi udara yang akan menghungkan manusia di perkotaan dan untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di darat.

Kendaraan yang digunakan adalah yang memiliki kemampuan untuk lepas landas dan mendarat secara vertikal (Vertical Takeoff Landing / VTOL) seperti drone yang tidak memerlukan landasan pacu yang panjang seperti pesawat pada umumnya.

Pengembangan Urban Air Mobility kini sudah banyak dilakukan oleh beberapa perusahaan di dunia dan bisa jadi angkasa di kota kota di dunia akan dihiasi oleh lalu lintas udara dari kendaraan Urban Air Mobility ini.

Drone Boeing
Sumber : Boeing Corp

Perusahaan seperti Joby Aviation, Airbus, Lilium, Uber Air, Kitty Hawk, Volocopter,Terrafugia, Volocopter, Hyundai dan bahkan Boeing serta NASA adalah beberapa contoh perusahaan yang sudah mendekati kenyataan akan lahirnya Urban Air Mobility ini.

Beberapa dari perusahaan tersebut mengatakan bahwa kendaraan mereka nantinya tidak hanya dapat terbang dengan jarak yang lumayan serta dengan kecepatan hingga 180 mph namun juga dengan ketinggian hingga 5,000 feet.

Kota Dubai diperkirakan akan memulai sistem transportasi udara perkotaan pada tahun 2022 nanti menurut sebuah sumber.

Bagaimana Realitasnya nanti ?

Satu hal yang menjadi pertanyaan yang mendasar adalah pengaturan lalu lintas udara di perkotaan nantinya dimana banyaknya drone yang akan menyediakan jasa transportasi udara perkotaan ini, bila di darat ada pengaturan maka di udara layaknya penerbangan pada umumnya sangat diperlukan untuk menghindari kecelakaan.

Sistem dan konsepnya masih belum dapat dijelaskan secara jelas seperti apakah akan ada bandara kecil nantinya sebagai tempat keberangkatan dan kedatangan seperti helipad saat ini, dan bagaimana cara kita memulai perjalanan kita apakah kita bisa minta berhenti di sembarang tempat atau akan ada halte seperti sistem transportasi darat atau kita hanya bisa melakukan perjalanan yang sudah ditentukan dari satu titik ke titik lain (point to point).

Mungkin akan melegakan bisa melakukan perjalanan dari tengah kota Jakarta menuju sebuah titik di Jakarta Timur pada jam sibuk sehingga dapat menghindari kemacetan.

Drone dalam Urban Air Mobility selain untuk mengangkut penumpang, juga akan ada untuk mengangkut barang dan ini juga memerlukan seperti depot atau tempat untuk drop off dan pick up point nya.

Sistem transportasi udara perkotaan semakin dekat pada kenyataan dan kita akan melihat dan dapat menikmatinya dan untuk kota kota besar seperti Jakarta sepertinya harus juga mempersiapkan diri dalam menyambut kedatangan era transportasi udara perkotaan ini.