Terminal Bandara

Toko Bebas Pajak

Oleh : Aviasi.com | 19 September 2020

Direktur Jendral Asosiasi Bandara Internasional atau ACI, Luis Felipe de Oliveira mengatakan bahwa bandara mempresentasikan sekitar 60% dari keseluruhan lapangan pekerjaan pada sektor aviasi dan ketika hal tersebut terimbas oleh Covid-19 angka tersebut juga mempresentasikan jumlah orang yang terkena dampaknya termasuk pada baik pengelola maupun yang bekerja pada toko bebas pajak ini..

Asosiasi Bandara Internasional (ACI) juga menyerukan kepada para anggotanya yaitu para bandara interasional di seluruh negara untuk memberikan relaksasi kepada toko bebas pajak ini secara terbatas dan toko bebas pajak dengan produk-produk tertentu.

Selain itu pula keberadaan toko bebas pajak yang biasanya terletak pada keberangkatan penumpang kini lebih direkomendasikan untuk berlokasi pada kedatangan penumpang atau on arrival.

Konsep toko bebas pajak pada kedatangan ini sudah dilakukan pada bandara-bandara internasional di lebih dari 45 negara termasuk Indonesia di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai selain dari negara Thailand, Brazil, Turki, Australia, Rusia dan United Aran Emirates .

Dimasa mendatang konsep Toko Bebas Pajak pada Kedatangan akan menjadi salah satu hal yang umum di bandara-bandara internasional di seluruh dunia.

Toko bebas pajak atau Duty Free Shop pada bandara-bandara internasional di seluruh negara di dunia biasanya menjadi tempat pemberhentian para pelancong untuk berbelanja cinderamata dan kebutuhan lainnya sebelum naik ke pesawat.

Keberadaan toko bebas pajak pada bandara internasional adalah sebagai salah satu sumber penghasilan bagi bandara-bandara internasional sehingga ketika bandara-bandara internasional tutup di tengah pandemi Covid-19 ini, maka toko-toko bebas pajak ini terkena dampaknya pula.