Airport Hotel

Airport Hotel


image

ACI World Airport Traffic memprediksikan jumlah air traveler akan meningkat dua kali lipat dari tahun 2029 yang berjumlah 14,6 miliar orang per tahun menjadi 23,6 miliar orang per tahun pada tahun 2040.

Sedangkan IATA memprediksi jumlah air traveler pada tahun 2035 akan berjumlah 7,2 miliar orang per tahun. Pada tahun 2016, jumlah air traveler disuluruh dunia mencapai 3,8 miliar orang per tahun nya

Dalam laporan nya juga, IATA menyebutkan peningkatan jumlah air traveler dalam arti penambahan jumlah air traveler yang beralih memilih udara sebagai transportasi nya adalah di negara-negara berikut :

  • China = 817 juta orang sehingga total penambahan jumlah air traveler China menjadi 1,3 miliar
  • Amerika Serikat = 484 juta air traveler baru sehingga total penambahan jumlah air traveler AS menjadi 1, milar orang
  • India = 322 juta air traveler baru sehingga total penambahan jumlah air traveler India menjadi 442 juta orang
  • Indonesia = 135 juta air traveler baru sehingga total penambahan jumlah air traveler India menjadi 242 juta orang
  • Vietnam = 112 juta air traveler baru sehingga total penambahan jumlah air traveler Indonesia menjadi 150 juta orang

Apa arti dari statistik ini ?

Satu hal yang pasti adalah bandara dengan segala fasilitas nya seperti landasan pacu, terminal, ATC, sistem pengelolaan bagasi dan lain lain harus ditingkatkan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang tersebut.



Namun tidak hanya bandara saja, ada hal lain yang mungkin tidak banyak orang menyadari bahwa dengan peningkatan jumlah penumpang dari tahun ke tahun, permintaan air traveler akan sebuah hotel terutama yang disekitar dan dekat bandara juga akan meningkat, karena rang cenderung mencari hotel disekitar atau dekat bandara ketika mereka sedang transit atau menunggu connecting flight nya.

STR Global, sebuah perusahaan penyedia data tentang hunian hotel diseluruh dunia menyebutkan bahwa tingkat hunian airport hotel mencapai 72,3% pada tahun 2017. Data tersebut juga memberikan gambaran jelas bahwa lokasi nya yang dekat atau disekitar bandara, merupakan daya tarik bagi para air traveler dalam memilih akomodasi saat melakukan perjalanan udara.

Lokasi yang dekat adalah pilihan utama, walau sering kali harga yang mahal menjadi pilihan air traveler beralih ke hotel yang lebih murah tetapi menjauh dari bandara. Mungkin ini pilihan tepat bagi yang memang ingin melakukan liburan, namun apabila dalam status transit atau hanya untuk menginap 1 malam menunggu penerbangan selanjutnya, pilihan hotel disekitar atau dekat bandara adalah pilihan yang tepat untuk mengurangi resiko dari ketinggalan pesawat ketika penerbangan kita di pagi hari sekali seperti jam 05.00 subuh. Selain itu jika dihitung dengan biaya transportasi seperti taksi dari hotel yang juah dari bandara, mungkin akan tidak jauh berbeda, namun resiko ketinggalan pesawat jauh lebih kecil bila kita memilih hotel disekitar atau dekat bandara.

Dari segi bisnis, airport hotel mungkin akan menjadi bisnis yang menjanjikan terlebih bila melihat prediksi lonjakan air traveler dan tingkat hunian dari hotel bandara diatas tersebut. Tidak hanya air traveler saja yang akan lebih memilih airport hotel sebagai hotel transit nya, namun pihak maskapai bisa dapat memilih hotel bandara untuk air crew nya bila harus nge RON (Remain Over Night).

Aviasi.com