Pesawat Pembom

Pentingnya Pesawat Pembom


Aviasi.com, 28 Februari 2021

Pesawat bomber yang biasa digunakan oleh pihak militer ini merupakan jenis pesawat yang memiliki fungsi untuk menghancurkan dan melumpuhkan kekuatan lawan.

Ada dua jenis kategori pesawat pembom ini yang disesuaikan dengan tipe misi pemboman itu sendiri yaitu strategik dan taktikal.

Pemboman strategik yang biasanya menggunakan jenis pesawat pembom dengan ukuran besar dengan kemampuan terbang jauh ini adalah untuk menghancurkan target target lawan yang dinilai dapat melumpuhkan kemampuan kekuatan lawan untuk melakukan perlawanan dalam peperangan seperti pangkalan pangkalan militer atau pabrikan senjata, gudang amunisi dan lainnya.

Contoh dari pesawat pembom strategik ini seperti pesawat Boeing B-52 Stratofortress, Tupolev Tu-95, Northrop Grumman B-2 Spirit, Tupolev Tu-160 dan lainnya.

Sedangkan pemboman taktikal biasa menggunakan pesawat yang ukurannya lebih kecil berguna untuk melumpuhkan aktivitas lawan serta membantu dan mendukung operasi militer yang sedang dijalankan.

Contoh dari pesawat pembom taktikal antar lain adalah Dassault Mirage 2000N/2000D dan Panavia Tornado serta Xi'an JH-7.

Pentingnya Pesawat Pembom

Pesawat Pembom Northrop Grumman B-2 Spirit (Pixabay.com)

Penting Bagi Beberapa Negara

Pengguna Pesawat Bomber

Pesawat pembom selain dapat menjatuhkan bom juga dapat meluncurkan peluru kendali atau missile dan torpedo.

Pesawat pembom khususnya yang memiliki kemampuan terbang jauh masih dianggap oleh beberapa negara seperti Amerika, Rusia, Jerman,Perancis dan Inggris hingga kini, mengapa ?

Lahirnya Peluru Kendali Balistik antar Benua atau Intercontinental Ballistic Missiles (ICBM) dan Peluru Kendali yang diluncurkan dari bawah laut atau ballistic missile submarine (SSBM) yang bertenaga nukir merubah strategi peperangan modern.

Pengiriman kekuatan penuh dari pangkalan induk ke daerah perlawanan bisa di kurangi dengan peluncuran peluru kendali jarak jauh untuk melumpuhkan dan menghancurkan kekuatan lawan.

Nuclear Triad pun lahir menjadi sebuah struktur kekuatan dalam kemiliteran yang mencakup 3 komponen yaitu peluncuran peluru kendali bertenaga nuklir dari darat (ICBM) , peluncuran peluru kendali berkepala nuklir dan bawah laut atau kapal selama dan pesawat pembom strategik.

Tujuan dari Nuclear Triad ini adalah untuk menghindari kemampuan lawan untuk menghancurkan kekuatan nuklir serta meningkatan kewaspadaan sebuah kekuatan militer sebuah negara dalam mencegah serangan nuklir dari lawan.

Nuclear Triad memberikan kemampuan sebuah negara untuk meluncurkan serangan nukir dari darat, laut dan udara.

Hanya beberapa negara di dunia seperti Amerika dan Russia yang memiliki kemampuan secara anggaran keuangan untuk menerapkan ketiga komponen dari nuclear triad tersebut.

Pesawat pembom Boeing B-52 Stratofortress yang sejak beroperasi untuk Angkatan Udara Amerika tahun 1955 kini masih dioperasikan sebagai bukti pentingnya pesawat pembom untuk menerapkan 3 komponen Nuclear Triad ini dan bahkan beberapa sumber mengatakan pesawat ini terus akan beroperasi hingga tahun 2050 nanti.

Penggunaan pesawat pembom khususnya pesawat pembom strategik memungkinkan sebuah negara untuk meluncurkan peluru kendali dan pembom tanpa harus memerlukan pangkalan militer untuk isi bahan bakar dan lainnya, hanya dengan pesawat yang memiliki kemampuan terbang jauh selain dari kedua komponen lainnya.

Selain itu pula armada pesawat pembom selalu siap melakukan misi dan operasi militer dalam waktu yang singkat saat dibutuhkan, membuat pesawat pembom sebagai salah satu komponen dari nuclear triad.