Pesawat Tempur yang Tidak Pernah Di Produksi

Aviasi.com 20 September 2020

Beberapa pesawat tempur Amerika ada yang tidak diproduksi, karena pesawat tersebut masih dalam tahap uji coba atau merupakan pesawat yang tidak dipilih oleh Angkatan Udara Amerika, pesawat apa saja itu ?.

Aviasi Militer
YF-23 dan YF-22 Formasi (photo : US Airforce /Wikipedia)

Pada saat pihak Angkatan Udara Amerika Serikat membutuhkan jenis pesawat baru maka akan ada kompetisi untuk mendapatkan pemesanan tersebut sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan oleh pihak Angkatan Udara.

Pabrikan pesawat militer berlomba-lomba untuk menyerahakan desain dan prototipe pesawat mereka dan biasanya ada lebih dari satu desain yang tersedia dan ketika saatnya pihak Angkatan Udara Amerika memilih satu dari dua pilihan maka salah satu akan masuk dalam tahap produksi dan satunya tidak.

Pesawat Tempur F-20
Pesawat F-20 Tigershark (photo : US Airforce /Wikipedia)

F-20 Tigershark

Pesawat ini dibangun oleh pabrikan pesawat Northrop Corporation yang mulai dikembangkan pada tahun 1975 sebagai upgrade yang diajukan kepada Departemen Pertahanan yang mencari pesawat tempur untuk menandingi pesawat tempur terkini Uni Soviet ketika itu.

Pesawat ini merupakan versi upgrade dari F-5E dengan mendesain ulang sayap dan ekor pesawat serta mengganti mesin tunggal nya dengan GE F404.

Akan tetapi pesawat yang terbang pertama kali pada tanggal 30 Agustus 1982 ini tidak dilanjutkan karena harus bersaing dengan F-16 dimana pihak Angkatan Udara Amerika lebih berminat.

F-16 XL

Pesawat besutan General Dynamics yang memproduksi F-16 ini harus bersaing dengan memperebutkan proposal pihak militer Amerika yang ingin menggantikan pesawat F-111 Aardvark namun harus menerima kenyataan bahwa pihak militer Amerika memilih F-15E Strike Eagle besutan pabrikan McDonnell Douglas.

Pihak General Dynamics merubah bentuk sayap F-16XL ini dengan bentuk delta dimana mereka mengatakan ini akan menambah daya angkat (lift) pada pesawat.

Pesawat F-16 XL
Pesawat F-16XL (photo : NASA /Wikipedia)

Pada akhirnya pesawat yang terbang pertama kali pada tanggal 9 Januari 1976 tidak dilanjutkan ke tahap produksi.

Aviasi Militer
YF-23 (photo : US Airforce /Wikipedia)

Pihak militer Amerika mencari pesawat tempur pengganti dari F-15 serta untuk menandingi pesawat Uni Soviet SU-27 dan MIG-29, ketika itu pihak Amerika memilih dua kandidat utama pabrikan pesawat yaitu Northrop Corporation dan Lockheed.

Pihak Northrop Corporation kemudian menggandeng pabrikan pesawat McDonnell Douglas untuk bersama-sama mengembangkan pesawat YF-23, sedangkan pabrikan Lockheed menggandeng pabrikan General Dynamics dan Boeing dalam mengembangkan pesawat YF-22.

Pada akhirnya pihak militer Amerika lebih memilih YF-22 dimana beberapa pihak mengatakan unsur kelincahan yang membuat pesawat YF-22 dipilih walau secara siluman YF-23 lebih baik dari YF-22.

Pesawat YF-22 kemudian masuk ke tahap produksi menjadi pesawat F-22 Raptor yang kini memperkuat Angkatan Udara Amerika dengan 183 unit.