Pesawat Angkut Militer Vertical

Angkut Vertikal dalam Operasi Militer Masa Depan

Pengangkutan udara atau Airlift adalah salah satu faktor terpenting dalam sebuah operasi militer terutama pada saat di medan pertempuran.

Pengiriman perlengkapan dan peralatan perang dari markas atau pangkalannya ke medan pertempuran memerlukan pesawat dengan kapasitas besar dan mampu terbang jarak jauh.

Belum lagi kebutuhan untuk mengirim pasukan dan pasokan lainnya yang diperlukan markas atau pangkalan yang berlokasi di titik titik medan pertempuran.

Beberapa jenis pesawat angkut yang pada masa kini sudah terbukti mampu untuk melakukan pekerjaan tersebut adalah seperti pesawat C-5 Galaxy, C-17 Globemaster III, C130 Hercules, A-400M dan lainnya

Efisiensi, biaya dan resiko diserangnya sebuah pangkalan pada medan pertempuran yang dinilai sangat besar dan akan memakan kerugian biaya dan mempengaruhi efektifitas dalam mobilitas para pasukan di medan pertempuran membuat beberapa negara terutama Amerika Serikat mulai memikirkan sebuah konsep pengangkutan udara yang dapat mengatasi permasalahan yang dihadapi.

Vertical Takeoff and Landing

Konsep VTOL ini membuat pesawat dapat lepas landas dan mendarat secara vertikal dan dengan konsep ini akan menyingkat waktu dibanding pesawat angkut lainnya yang memerlukan landasan pacu selain itu pula dengan kondisi di medan pertempuran yang tidak semua memiliki permukaan yang cukup keras untuk membangun landasan.

Helikopter yang merupakan jenis pesawat dengan rotary wings atau sayang putar merupakan salah satu contoh pesawat dengan fungsi sebagai pesawat angkut yang kemampuan VTOL ini

Helikoper sudah menjadi bagian dari angkatan bersenjatan di seluruh negara dan sudah terbukti ampuh dalam melakukan berbagai misi dalam medan pertempuran, tidak saja dalam misi operasi militer tapi juga evakuasi dan misi penyelamatan.

Kita bisa melihat Helikopter Bell UH-1 Iroquois atau yang dikenal dengan sebutan 'Heuy' dengan suara yang khas dan sudah sangat melegenda usai dimana pada perang Vietnam, helikopter ini sudah terbukti dapat melakukan misi-misi yang diberikan kepadanya selama di medan pertempuran.

Helikopter yang kini kita sering dengar seperti UH-1 Iroquois dan UH-60 Black Hawk, H-225 Super Puma, CH-47 Chinook dan untuk keperluan angkatan laut dan marinir seperti CH-46 Sea Knight, CH-53 Sea Stallion membuktikan bahwa pesawat angkut dengan kemampuan VTOL yang dimiliki helikopter sangat diperlukan dan akan menjadi peranan penting di masa mendatang bagi sebuah angkatan perang.

Tiltotor

Pesawat tiltrotor adalah sebuah pesawat dengan daya angkat dan dorong yang dihasilkan dari rotor yang terpasang pada pod mesin pada fixed- wings biasanya di pinggir sayap pesawat.

Sehingga pesawat ini tidak saja memiliki daya angkat seperti pada Helikopter melainkan juga daya dorong yang menghasilkan kecepatan layaknya pesawat dengan fixed-wings dimana saat pesawat akan terbang, rotor dihadapkan secara vertikal dan pada saat pesawat sudah siap terbang maka rotor tersebut dihadapkan kedepan dan menghasilkan daya dorong karena rotor akan berfungsi sebagai baling-baling.

Future Vertical Lift

Pihak Angkatan Darat Amerika Serikat memiliki program dengan sebutan Future Vertical Lift sebagai langkah untuk menerapkan Vertical Lift ini dalam segala operasi dan misi di masa mendatang.

Program ini juga akan menggantikan peran Helikopter mereka yang aktif saat ini yaitu OH-58 KiowaUH-60 Black Hawk, AH-64 Apache, CH-47 Chinook dan saat ini sudah dua jenis pesawat yang masuk dalam program ini yaitu Bell V-280 Valor dimana ini hasil produksi antara perusahaan pembuat helikopter yaitu Bell Textron dan perusahaan dirgantara Lockheed Martin.

Pesawat kedua adalah Sikorsky–Boeing SB-1 Defiant atau SB>1 yang merupakan besutan dari pembuat helikopter ternama Sikorsky Aircraft dan pabrikan Boeing.

Pihak Angkatan Udara Amerika dikabarkan juga akan mengadopsi program FVl yang diterapkan oleh Angkatan Darat Amerika ini.