Penerbangan Atlantik

Aviasi.com | 9 Juni 2020

John Alcock dan Arthur Whitten menjadi yang pertama melakukan penerbangan non stop menyeberangi Samudera Atlantik yang terbang dari Newfoundland di Kanada pada 14 Juni 1919 dan mendarat di Clifden, Ireland pada tanggal 15 Juni 1919.


Aviasi.com
Photo Credit: Topical Press Agency

Mereka terbang selama 16 jam dan 27 menit dengan pesawat 'Vickers Vimy', pesawat pembom yang sudah di modifikasi. Pesawat tersebut adalah buatan pabrikan Vickers Limited di Inggris

Berawal dari sebuah tantangan kompetisi pada surat kabar 'Daily Mail' dimana diumumkan hadiah sebesar £ 10,000 bagi siapa saja yang berhasil terbang dari Amerika atau Kanada ke daerah yang terletak di Irlandia atau Inggris tanpa henti selama 72 jam.

Sebelumnya sudah ada yang mencoba terbang melintasi Samudera Atlantik non stop ini dimana pada percobaan pertama pesawat jatuh di Samudera Atlantik dan satu làgi mengalami kecelakaan saat lepas landas.

Pada saat lepas landas, pesawat mereka membawa bahan bakar sebanyak 1000 imp. gallon atau sekitar 4,546 liter sehingga pesawat sulit untuk lepas landas dan ketika berhasil lepas landas pesawat mereka mengalami kerusakan pada sistem elektrik pesawat.

Dengan matinya sistem elektrik pesawat maka mereka tidak dapat mengaktifkan sistem penghangat dalam kokpit dan terbang dalam cuaca dingin dan bersalju serta kekhawatiran akan terjadi 'icing' pada sayap pesawat

Dalam cuaca ekstrim mereka mencoba untuk terus terbang hingga pada akhirnya mereka melihat bintang-bintang dengan menggunakan sextent yaitu alat navigasi dan kemudian mereka mengarahkan pesawat mereka pada bintang-bintang tersebut.

Dan setelah melakukan penerbangan selama 16 jam dan 27 menit mereka mendarat di Clifden, Irlandia. Saat mendarat mereka mengira permukaan tanahnya kuat tapi ternyata tanah tersebut tidak keras dan mengakibatkan roda depan mereka rusak akibat pesawat terperosok saat mendarat.

Capt.John Alcock yang menjadi pilot serta Lt.Arthur Whitten Brown sebagai navigator adalah veteran Perang Dunia I yang pada akhirnya mereka mendapatkan hadiah £10,000 tersebut yang diberikan langsung oleh Winston Churchill serta diberikan gelar oleh Raja Inggris , George V.

Keberhasilan mereka tersebar ke seluruh dunia walau agak dibayangi oleh keberhasilan Charles Lindbergh yang berhasil terbang solo non stop dari New York - Paris pada 21 Mei 1927 selama 33,5 jam serta pesawat NC-4 milik Angkatan Laut Amerika.

Pesawat NC-4

Sebelumnya pada bulan Mei ditahun yang sama pesawat Angkatan Laut Amerika yaitu NC-4 (Navy Curtiss - 4) berhasil terbang menyeberangi Samudera Atlantik dari Halifax, Kanada ke Lisbon, Portugal pada 27 Mei 1919.

Mereka berangkat dari pangkalan militer Angkatan Laut Rockaway di Long Island menuju Halifax tepatnya di teluk Trepassey, Newfoundland pada 8 Mei 1919 dengan 3 pesawat yaitu NC-1, NC-3 dan NC-4. Pada tanggal 16 Mei 1919 ketiga pesawat meneruskan penerbangannya.

Saat mendekati Horta di Kepulauan Azores yang terletak sekitar 965 km dari Lisbon, cuaca buruk disertai hujan dan berkabut memaksa mereka mendarat di air untuk menunggu hingga cuaca cerah.

Kemudian saat akan terbang kembali pesawat NC-1 dan NC-3 mengalami kerusakan dimana NC-3 terbawa arus saat mendarat di Horta, di kepulauan Azores, sehingga hanya tinggal satu pesawat NC-4.

Pada akhirnya tepatnya pada tanggal 27 Mei 1919 pesawat NC-4 berhasil mendarat di sungai Tagus di Lisbon, Portugal

Mereka terbang menyeberangi Samudera Atlantik ini dengan alasan yang sama yaitu memenangkan kompetisi berhadiah £ 10,000 bagi yang pertama terbang menyeberangi Samudera Atlantik akan tetapi hadiahnya jatuh pada John Alcock dan Arthur Whitten.

Kemungkinan alasannya karena mereka tidak mendarat di sebuah daerah di Irlandia atau Inggris seperti yang ditetapkan pada kompetisi serta mereka melakukan pemberhentian mulai dari keberangkatannya dari Long Island ke Halifax dan Kepulauan Azores walau pada akhirnya mereka terbang menyeberangi Samudera Atlantik dari Halifax, Kanada ke Sungai Tagus di Lisbon, Portugal.

aviasi.com

Artikel oleh Aviasi.com