Pesawat Tupolev TU-144 Concordski

Bila membicarakan pesawat supersonic komersial, kita akan mengacu kepada pesawat Concorde yang diproduksi oleh British Aircraft Corporation (BAC) sebagai kerjasama dengan Sud Aviation dari Perancis.

Tupolev TU-144 Concordski
Photo : Christian Volpati (GFDL 1.2 or GFDL 1.2 )

Akan tetapi perkembangan dari pesawat supersonik komersial ini sebenarnya menggambarkan persaingan antara blok Barat dan Timur saat itu terutama dalam mengembangkan pesawat komersial supersonik yaitu antara Inggris dan Perancis dengan Concorde nya dan Soviet dengan pesawat Tupolev-144.

Aviasi.com kali mencoba melihat dari pesawat Tupolev-144 saja karena kami merasa tidak banyak mungkin yang telah atau pernah mendengar pesawat Tupolev-144 ini.

Mulainya Persaingan

Persaingan dimulai saat Soviet mendengar adanya rencana pengembangan pesawat supersonic yang dilakukan oleh Inggris dan Perancis, kemudian Soviet memutuskan untuk mengembangkan pesawat sejenis.

Pemerintah Soviet kemudian lewat surat kabar setempat mengumumkn untuk mengembangkan pesawat supersonik komersial.

Pengembangan pesawat ini kemudian dilakukan pada bulan April 1963 oleh Tupolev Design Bureau yang saat itu dipimpin oleh Alexei Tupolev yang juga merupakan orang yang mendesain pesawat ini.

Pesawat ini kemudian mulai dibangun dan diproduksi pada tahun 1967 oleh Voronezh Aircraft Production Association yang bermarkas di Voronezh, Russia.

Pada tanggal 31 Desember 1969 pesawat TU-144 berhasil melakukan penerbangan pertamanya atau 3 bulan lebih dulu dari Concorde yang terbang pertama kali pada tanggal 2 Maret 1969 ,namun Concordski baru dapat terbang pada kecepatan supersonic pada tanggal 5 Juni 1969, sedangkan Concorde terbang pada kecepatan supersonic pada bulan Oktober 1969.

Saat pertunjukan Paris Air Show pada tahun 1971 pesawat TU-144 memukau banyak pihak termasuk Presiden Perancis saat itu yang mengatakan TU-144 sebagai ‘Pesawat yang luar biasa indah desainnya’.

Mulainya Masalah

Akan tetapi perjalanan pesawat Concordski, nama lain dari TU-144 karena bentuknya sama dengan Concorde dengan hidung yang bisa turun, tidaklah mulus sejak pertama kali dipertunjukan kepada publik pada Paris Air Show tahun 1971.

Pada acara Paris Air Show tahun 1973 terjadi persaingan head-to head antara TU-144 dengan Concorde dimana sehari sebelumnya pesawat Concorde telah melakukan pertunjukan terbangnya dihadapan pengunjung selama 30 menit dan mendapat respon positif.

Keesokan harinya tiba giliran pesawat TU-144 untuk melakukan pertunjukan terbangnya. Pesawat TU-144 lepas landas dari bandara Le Bourget dan ketika saat hendak mendarat pesawat TU-144 melakukan manuver sebelum mendarat dan meledak diudara serta menghancurkan 15 rumah didesa dekat bandara.

Kecelakaan ini terjadi dihadapan dan disaksikan lebih dari 250,000 pengunjung Paris Air Show termasuk desainer dari pesawat ini, Alexei Tupolev.

Beberapa pihak melakukan asumsi dan teori masing-masing, ada pihak yang mengatakan bahwa kecelakaan diakibatkan oleh pilot telah melakukan manuver melebihi dari kemampuan pesawat dan juga ada yang mengatakan kecelakaan terjadi karena pilot menghindari pesawat Mirage yang terbang terlalu dekat dengan Concordski untuk mengambil foto.

Pesawat TU-144 yang mengalami kecelakaan adalah pesawat yaitu TU-144 S CCP 102 dengan kode produksi 01-2 dan sudah dimodifikasi sebelumnya.

Semenjak itu pihak Tupolev melakukan segala perbaikan dan penyempurnaan pada pesawat sebelum digunakan oleh maskapai Aeroflot.

Pada tahun 1977 Concordski melalui maskapai Aeroflot mulai melayani penerbangan komersialnya akan tetap dalam perjalanannya hanya melayani penerbangan 2 jam dari Moskow ke Alma-Ata serta hampir selama periode melayani rute tersebut banyak kursi yang kosong tak terisi dan pada akhirnya hanya mengangkut surat-surat pos dan kargo.

Masalah juga tidak lepas dari perjalanan Concordski ini selain dari kebisingan suara mesin dalam kabin pesawat yang banyak dikeluhkan oleh para penumpang juga pada masalah pada mesin dan teknis lainnya, dan puncaknya pada tanggal 23 Mei 1978 saat pesawat TU-144 mengalami kecelakaan kembali saat melakukan pendaratan darurat dimana sebelumnya mengalami kebakaran pada pesawat.

Aeroflot akhirnya mempensiunkan TU-144 dari armadanya setelah hanya menggunakan dalam 55 kali penerbangan dan setelah Pemerintah Soviet mengentikan penggunaan pesawat ini untuk pelayanan penerbangan penumpang.

Pesawat TU-144 lebih panjang dari Concorde, sekitar 3,7 meter lebih panjang tepatnya serta untuk kapasitas Concordski dapat menampung 140 penumpang sedangkan Concorde hanya dapat menampung 120 penumpang.

Keseluruhan proses produksi yang dimulai pada tahun 1967 dan penggunaan pesawat TU-144 dihentikan pada tahun 1983 dan semua 16 pesawat TU-144 di tarik semua dari penggunaan.

Bentuknya yang sama dengan Concorde juga sempat menimbulkan kecurigaan banyak pihak dan negara dengan mengatakan bahwa telah terjadi kegiatan mata-mata yang dilakukan Soviet dalam mengembangkan pesawat supersonik komersial ini namun belum ada yang dapat menunjukan bukti yang konkret akan hal itu.