Kelas Bisnis

Aviasi.com | 17 September 2020

Kabin Kelas Bisnis
Pixabay.com

Kelas Bisnis pada penerbangan menjadi pilihan bagi beberapa orang ketika melakukan perjalanan dengan pesawat terbang, bagaimana sejarah dan perkembangan kelas bisnis pada penerbangan ini?.

Kelas bisnis pada penerbangan terletak diantara kelas ekonomi dan kelas utama dan dalam perkembangannya beberapa maskapai juga meningkatkan pelayanan bagi beberapa kursi di kelas ekonomi dengan kelas ekonomi premium, namun tetap berada setelah kelas utama dan kelas bisnis.

Kenyamanan dengan kursi yang lebih luas dan berada pada kabin dimana tidak banyak orang akan memberikan selain kenyamanan juga ketenangan bagi yang duduk di kelas bisnis ini terpisah dari hiruk pikuk di kelas ekonomi serta dengan kursi yang lebih besar ukurannya.

Dalam perkembangannya beberapa maskapai telah mengklaim sebagai maskapai penyedia pertama yang menyediakan kelas bisnis pada penerbangan mereka, tim Aviasi.com akan mencoba untuk melihat klaim-klaim tersebut dari masing-masing maskapai.

Kehadiran Boeing 747 Jumbo selain dapat mengangkut lebih banyak orang juga menambah fasilitas di kabin yang luas tersebut dan beberapa maskapai ketika itu menawarkan pengalaman terbang yang berbeda dari pesawat-pesawat yang sudah ada pada waktu itu.

Kabin Tachibana

Pada tahun 1976 Japan Airlines menawarkan layanan Kabin Tachibana dengan sebutan layanan Orange Blossom yaitu kabin yang berada diantara kelas utama dan kelas ekonomi, serta dengan layanan tambahan seperti proses check-in yang terpisah dari kelas ekonomi .

Disamping itu para air traveler pada layanan ini dapat menikmati layanan Business Lounge di Imperial Hotel Tokyo seperti perpustakaan dan penggunaan gratis mesin fotocopy.

Walau kabin terletak diantara kelas ekonomi dan kelas utama, kabin ini belum bisa dikatakan kelas bisnis sepenuhnya oleh beberapa pihak di dunia penerbangan karena hanya memisahkan pelanggan ekonomi mereka yang ingin berada terpisah dari kelas ekonomi biasa.

Fasilitas Full Fare

Maskapai Belanda KLM memperkenalkan layanan 3F (FFF) pada tahun 1976 yaitu berupa tanda FFF pada cover tiket dan tag bagasi pelanggannya serta konter check-in terpisah dari kelas ekonomi biasa di bandara New York dan Amsterdam.

Pihak KLM saat itu menyadari bahwa para pelanggan untuk kalangan bisnis memiliki preferensi untuk berada di kabin yang lebih tenang dibanding pada kabin ekonomi biasa yang kebanyakan dari mereka akan berlibur.

Very Important Traveler (VIT)

Maskapai American Airlines memberikan tag ini kepada para pelanggan tetap mereka dengan memberikan layanan tambahan yang bersifat personal.

Konfigurasi Kursi

Maskapai British Airways menyediakan Executive Cabin dengan konfigurasi tempat duduk 2-4-3 sedangkan kelas ekonomi biasa nya dengan konfigurasi 3-3-4 dan berlokasi setelah executive cabin tersebut pada tahun 1975.

Dua tahun kemudian pada tahun 1977 British Airwaya menawarkan Club Class kepada para pelanggannya dengan layanan tambahan seperti penjualan barang duty free, bantal, headrest pada kursi serta handuk selain juga koran gratis dan mutu makanan dan minuman yang melebihi kelas ekonomi serta tak terlupakan tersedianya area untuk merokok.

Clipper Class

Maskapai Pan American Airlines atau PanAm menawarkan layanan Clipper Class dengan sistem keanggotaan bagi para pelanggannya, mungkin seperti program Freguent Flyer saat ini namun PanAm menawarkannya dengan biaya $1,000 per tahun saat itu dan dapat diperpanjang, dan dengan keanggotaannya tersebut para pelanggan juga mendapatkan majalah dan berbagai penawaran menarik dari hotel, acara bergengsi dan lainnya.

Full Fare Passenger

Maskapai Thai Airways menawarkan pelanggannya yang membayar tiket kelas ekonomi secara penuh dengan memberikan akses ke lounge untuk pelanggan di kelas utama pada tahun 1977.

Air France

Pada tahun 1978 maskapai dari Perancis menawarkan pilihan anggur, Cognac dan champagne kepada para pelanggan yang membeli tiket dengan full fare.

Qantas Business Class

Adalah maskapai negara Kangguru yaitu Qantas Airline yang benar-benar menyediakan layanan kelas bisnis dengan kursi yang lebih luas dan tempat lebih untuk merebahkan kaki serta layanan hiburan (inflight Entertainement) pada penerbangan antara Australia dan Amerika Serikat.

Harga tiket pada kelas bisnis Qantas saat diperkenalkan adalah hanya 15% diatas kelas ekonomi dengan berbagai layanan tambahan seperti layanan prioritas untuk bagasi, konter check-in khusus yang terpisah serta pilihan menu makanan dan pilihan minuman anggur selama penerbangan.

Saat itu Qantas menawarkan layanan kelas bisnis pada armada Boeing 747 dimana ketika itu maskapai Qantas menjadi maskapai yang hanya memiliki satu jenis pesawat yaitu Boeing 747 dalam armadanya termasuk Boeing 747SP dan Boeing 747-238B.

Kelas Bisnis Masa Mendatang

Perkembangan kelas bisnis terutama pada pelayanannya kini bahkan dapat dikatakan mendekati kelas utama seperti tempat tidur di ruangan sendiri dan lainnya.

Namun melihat dari sejarah dari kelas bisnis ini lahir saat ketika tersedianya pesawat berbadan lebar dan Jumbo yaitu Boeing 747 dapat dikatakan bahwa ruang yang luas akan memberikan kenyamanan dan pengalaman terbang yang lebih kepada air traveler terlebih pada kelas non ekonomi baik itu kelas bisnis maupun kelas utama.

Pada pesawat Airbus A380 Superjumbo bahkan tersedia kabin seperti kamar hotel yang memiliki kamar mandi sendiri terpisah dari lainnya sehingga privasi terjaga selama penerbangan.

Kini dengan akan hilangnya Boeing 747 sebagai pesawat yang melahirkan kelas bisnis serta Airbus A380 yang juga makin berkurang jumlahnya, layanan kelas bisnis untuk penerbangan jarak jauh hanya dilayani oleh 3 buah pesawat yang kini saling bersaing yaitu Airbus A350, Boeing 787 dan Boeing 777.