Ketika Sang Ratu Turun Tahta

Boeing B 747 City of Everett
Boeing 747 City of Everett ( Ian Taylor -unsplash.com)

Cerita Boeing 747

Pada tanggal 30 September 1968 prototipe Boeing 747 dipertunjukan kepada publik untuk pertama kalinya dan penerbangan perdananya pada tanggal 9 Februari 1969 dan sejak itu pula Boeing 747 menjadi Ratu di Angkasa.

Era jet telah memungkinkan pesawat terbang melakukan penerbangan jarak jauh, antar negara, antar benua dengan menyeberangi samudera dalam waktu yang tidak lama dan Boeing 747 adalah pesawat berbadan lebar atau Jumbo pertama dan terbesar ketika itu hingga munculnya Airbus A380.

Peningkatan jumlah orang yang menggunakan angkutan udara pada tahun 1960 an serta penuh sesaknya bandara dengan pesawat-pesawat membuat sang presiden maskapai PanAm ketika itu yaitu Juan Trippe meminta produsen Boeing untuk membangun pesawat berukuran besar.

Juan Trippe ingin pesawat jet penumpang yang berkapasitas dua kali lipat dari Boeing 707 yang sukses pada permulaan era jet.

Hingga Juni 2020 tercatat sebanyak 1,558 unit telah diproduksi dalam berbagai varian telah dibuat dan dioperasikan oleh berbagai maskapai didunia hingga menjadi pesawat Kepala Pemerintahan dan Kepala Negara di dunia.

Boeing 747 tidak hanya dapat membawa lebih banyak penumpang dari pesawat jet penumpang lainnya namun juga sebagai pesawat kargo yang dapat membawa kargo dalam ukuran besar sekalipun seperti Boeing 747 Dreamlifter

Namun kini selain karena hantaman pandemi Covid 19 yang memaksa maskapai untuk melakukan efisiensi dan juga komitmen para maskapai untuk mengurangi emisi yang dihasilkan oleh pesawat jet, Boeing 747 menuju kepada akhir dari masa jaya nya.

Akhir dari Produksi

Pada akhir Juli 2020 yang lalu pihak Boeing mengumumkan akan mengakhiri produksi pesawat jumbo bermesin empat Boeing 747 ini pada tahun 2022 nanti setelah 50 tahun lebih Boeing memproduksinya dengan seri terbarunya Boeing 747-8i.

Pihak Boeing mengatakan bahwa keputusan diambil sebagai jalan yang harus ditempuh Boeing dalam menghadapi hantaman pandemi Covid 19 dan untuk lebih meneruskan usaha mereka untuk mengembalikan Boeing 737 Max yang di grounded pada tahun 2019.

Pihak Boeing akan menyelesaikan sisa dari 153 unit pemesanan dari seri terakhir B747-8i dimana pihak Boeing sudah menyerahkan sebanyak 139 unit per akhir 2019.

Penyelesaian pesanan Boeing 747-8 ini termasuk pemesanan dari pihak Pemerintah Amerika yang ingin menggantikan pesawat Kepresidenan saat ini yaitu Boeing VC-25A yang merupakan modifikasi dari Boeing 747-200.

Boeing 747
Boeing 747

Maskapai Mengikuti

Beberapa maskapai juga mulai mengakhiri pengoperasian Boeing 747 seperti Lufthansa, British Airways, Virgin Atlantic serta Qantas yang mempensiunkan pesawat B 747 terakhirnya pada 23 Juli 2020 yang lalu.

Prediksi akan berakhirnya pandemi Covid 19 yang sulit di prediksi membuat maskapai-maskapai melakukan berbagai usaha untuk bertahan beroperasi seperti pengurangan jumlah karyawan hingga pengurangan jumlah pesawat dalam armada mereka.

Pesawat dengan berbadan ramping dengan biaya operasi yang lebih efisien merupakan pesawat yang kini dan akan tersisa pada armada mereka.

Perkembangan angkutan udara dan industri pesawat terbang

Penggunaan bahan bakar yang lebih efisien serta komitmen maskapai-maskapai untuk mengurangi emisi yang dihasilkan oleh mesin-mesin jet ini juga sebagai pemicu awal dan bahkan sudah diprediksi oleh beberapa pihak jauh sebelum pandemi Covid 19.

Dari sisi maskapai yang akan selalu memilih pesawat yang lebih baru dan lebih irit dalam penggunaan bahan bakar memunculkan banyak pesawat baru dengan irit bahan bakar dan dalam kondisi tersebut membuat Boeing 747 menjadi sulit menjadi salah satu pilihan maskapai meskipun dengan versi terbarunya.

Boeing 747 City of Everett (needpix.com)

Keberadaan Boeing 747 pada dunia penerbangan selama 50 tahun lebih terakhir ini banyak memberi kesan mendalam dan rasa cinta mereka yang telah merasakan kenyamanan yang diberikan oleh pesawat ini di udara.

Dan mungkin kita tidak akan melihat Boeing 747 lagi di bandara-bandara di seluruh dunia ketika melakukan perjalanan udara, namun setiap kali kita melihat ke angkasa saat itulah kita menyadari bahwa hanya ada satu Ratu Angkasa yaitu Boeing 747 dalam sejarah dunia .

Boeing 747 bukan hanya saja merupakan simbol dari kemajuan teknologi dalam dunia penerbangan ketika saat di perkenalkan namun dengan peran dan prestasinya selama 50 tahun lebih terakhir pada dunia penerbangan juga menjadi pesawat ini sebagai ikon dunia penerbangan khususnya indutri pesawat terbang.

Dan jika melihat periode produksi pesawat ini ketika nanti di tahun 2022 yaitu 54 tahun merupakan angka yang cukup lama untuk sebuah pesawat terlebih untuk pesawat berbadan lebar sekalipun.

Sebuah kejayaan mungkin akan berakhir seperti kejayaan Boeing 747 ini namun sejarah dan legacy pesawat ini tetap akan jaya dalam memori semua orang yang pernah diberikan kenyaman terbang oleh pesawat ini dan bahkan angkasa pun tetap akan memanggil nya Ratu Angkasa.

Dari tim Aviasi.com untuk sang Ratu Angkasa.