Mengenang Lahirnya C130 Hercules

Mengenang Lahirnya C130 Hercules
Mengenang Lahirnya C130 Hercules
Aviasi Militer

Sang Herky Lahir

Oleh : Aviasi.com | 23 Agustus 2020

Mengenang Lahirnya C130 Hercules
Sumber : www.c130hercules.com

Enam puluh enam tahun yang lalu, hari ini tanggal 23 Agustus, dilakukan penerbangan perdana prototype jenis pesawat YC-130 yang berlangsung di pabrik Lockheed, Burbank, California, dipiloti oleh Stanley Beltz dan Roy Wimmer yang berhasil dengan memuaskan.

Peristiwa tanggal 23 Agustus tersebut menandai kelahiran si “anak sulung” keluarga besar pesawat Hercules yang secara embrionya telah dimulai sejak tahun 1951 atas pesanan Angkatan Udara Amerika Serikat karena tuntutan kebutuhan pesawat Angkut Militer saat itu.

Persyaratan dan kriteria pesawat angkut yang akan dibuat pabrik Lockheed ditentukan oleh AU Amerika Serikat.

Persyaratan utamanya, antara lain, mampu terbang jarak jauh, kapasitas muatan yang besar, dengan kecepatan yang cukup besar dan serba guna untuk mendukung angkutan pasukan dan logistik ke semenanjung Korea dimana perang saudara antara Korea Utara dengan Korea Selatan sedang berkecamuk.

Setelah penerbangan kedua dan berhasil dengan baik, kegiatan produksi selanjutnya dipindahkan ke Marietta, Georgia, yang hingga saat ini telah lebih dari 2000 unit pesawat C-130 Hercules dari berbagai tipe dan varian dihasilkan dan digunakan oleh lebih dari 60 Negara di dunia, baik untuk keperluan militer maupun sipil.

It can be said without fear of contradiction that the C-130 Hercules is one of the most important aircraft in aviation history.

- Lockheed Martin

Sementara itu kehadiran jenis pesawat C-130 Hercules pertama di Indonesia terjadi pada saat sebuah pesawat C-130 Hercules dari 10 unit yang dipesan Indonesia dan sudah berbendera merah putih diterbangkan oleh putra-putra terbaik AURI, Mayor PNB S. Tjokroadiredjo dengan Kapten PNB Pribadi langsung dari pabriknya di Marietta dan mendarat di bandara Kemayoran, Jakarta pada tanggal 18 Maret 1960.

Beberapa Fakta Tentang Pesawat C-130 Hercules :

  • Pesawat C-130 Hercules lahir karena kebutuhan Militer

  • Pesawat C-130 Hercules, satu jenis pesawat untuk berbagai misi

  • Pesawat C-130 Hercules, jenis pesawat Serba Guna dan Serba Bisa

  • Pesawat C-130 Hercules mempunyai Masa Bakti terpanjang dalam sejarah penerbangan, melampaui masa bakti jenis pesawat angkut C-47 Dakota yang juga merupakan pesawat legendaris pada zamannya

  • Pesawat C-130 Hercules, jenis pesawat paling lama berproduksi dengan pengembangan secara berlanjut, tipe dan variannya sesuai tuntutan kebutuhan operasi militer dan civic mission

  • Pesawat C-130 Hercules mampu melakukan beberapa misi khusus diluar misi standar (non standard mission), antara lain :

  • 1. Pesawat C-130 Hercules merupakan pesawat terbesar dan terberat melakukan pendaratan dan tinggal landas di kapal induk( Varian KC-130/Tanker AL Amerika Serikat mendarat di kapal induk USS Forrestal pada tanggal 30 Oktober 1963)

  • 2. Pesawat C-130 Hercules Varian C-130D USAF pertama kali mendarat di landasan es Byrd Station di Kutub Selatan pada tanggal 24 Januari 1960

  • 3. Pesawat C-130 Hercules varian MC-130 melakukan vertical Take off/Landing di stadion sepak bola kota Tehran untuk membebaskan 53 warga sipil Amerika Serikat yang di sandera kelompok militan mahasiswa Iran

  • Mendarat di jalan raya dalam upaya evakuasi 4 (empat) korban kecelakaan lalu lintas yang jaraknya sekitar 127 NM dari keramaian kota Ryadh, ibukota Arab Saudi

  • 4. Pesawat C-130 Hercules varian KC-130/Gunship mampu beroperasi sebagai pesawat “fighter”’ “air to ground attack”’ “Force Protection dan Interdiction Mission” yang terkenal dengan julukan “ The Fabulous Four Engines Fighter”, seperti operasi yang dilakukan Amerika Serikat pada peperangan di Vietnam dan beberapa palagan perang di Timur Tengah.

Mengenang Lahirnya C130 Hercules
Photo : Lockheed Martin

Keterlibatan Pesawat C-130 Hercules Dalam Operasi Militer Di Indonesia

Sesungguhnya di dalam salah satu klosul perjanjian pembelian 10 (sepuluh) pesawat C-130B menyebutkan bahwa penggunaan pesawat-pesawat Hercules di Indonesia bukan untuk keperluan operasi militer, tetapi semata-mata untuk menunjang upaya pembangunan Ekonomi agar dapat meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup Rakyat Indonesia.

Namun karena mendesaknya tuntutan kebutuhan operasi dalam operasi TRIKORA perebutan Irian Barat dari belenggu Kolonial Belanda, maka atas perintah langsung dari Bung Karno, pesawat-pesawat C-130B AURI akhirnya digunakan untuk mengangkut dan menerjunkan pasukan gerilya Indonesia, terutama di daerah Kaimana, Teminabuan, Sorong dan Merauke dengan tujuan mmberikan tekanan psikologis kepada pihak Belanda serta menaikkan posisi tawar Indonesia di mata dunia Internasional.

Untuk itu, para Flight Engineer kita dalam mengisi “Logbook” dalam kolom “misi” selalu ditulis “PEMBINAAN PANGKALAN dan PERSONIL AURI”.

Setelah Operasi TRIKORA dinyatakan selesai dan Belanda telah angkat kaki dari bumi Cendrawasih, Bung Karno secara khusus menyatakan kepuasannya atas prestasi AURI dengan pesawat-pesawat Herculesnya sampai-sampai beliau mengatakan : “ AURI sebagai ANAK LANANG REVOLUSI”.

Selesai operasi TRIKORA, kegiatan Hercules AURI di lanjutkan ke Operasi DWIKORA yang terkenal denga jargon “Ganyang MALAYSIA” pada saat mana AURI kehilanga 2 (dua) pesawat Herculesnya, satu diantaranya (T-1307) diperkirakan masuk tenggelam di laut perairan Selat Malaka karena terbang terlalu rendah dalam upaya menghindarkan tangkapan RADAR musuh.

Dan satu Hercules lagi (T-1306 tertembak oleh pasukan Indonesia sendiri dan mendarat darurat di lapangan rumput pendek di grass strip Long Bawan dekat perbatasan dengan Serawak.

Kemudian pada tanggal 7 Januari 1975 sebanyak 9 pesawat C-130 B AURI terlibat lagi dalam operasi “SEROJA” dengan menerjunkan pasukan sukarelawan Indonesia dalam upaya pendudukan kota Dili guna mententeramkan pergolakan politik antar partai-partai di Timor Timur.

Dalam Operasi SEROJA tersebut, 3 (tiga pesawat Hercules kita tertembak peluru 12,7 dari pasukan Fretelin di Timor Timur.

Bahkan salah seorang Loadmaster yang bertugas pada salah satu Hercules yang tertembak, ditembus peluru dan meninggal saat itu juga sebagai kesuma bangsa.

Sebagai tambahan informasi, dalam pelaksanaan ketiga operasi tersebut diatas, seluruhnya menggunakan jenis pesawat C-130B AURI, karena tipe-tipe yang lebih mutahir seperti tipe H, H-30 dan L-100, baru mulai masuk menjadi kekuatan AURI pada tahun 1979/1980-an.

Mengenang Lahirnya C130 Hercules
Mengenang Lahirnya C130 Hercules

Pengembangan Skadron Udara Hercules

Secara fisik saat ini AURI memiliki armada Hercules sebanyak 37 unit termasuk yang hibah dari Negara Australia, sehingga AURI mengembangkan dengan menambah Skadron Udara Hercules menjadi 3 (tiga ) Skadron Udara, Skadron Udara 31 berkedudukan di Lanud Halim Perdanakusuma, Skadron Udara 32 di Lanud Abd. Saleh Malang, dan Skadrn Udara 33 di Lanud Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan.

Bravo HERCULES

Tampaknya, “masa bakti” pesawat angkut militer C-130 Hercules masih akan sangat panjang melakukan berbagai misi penugasan, baik dalam Operasi Militer maupun dalam misi kemanusiaan. Mengingat akan suatu kenyataan bahwa pesawat angkut militer C-130 Hercules masih terus diproduksi dan dikembangkan untuk menyongsong misi-misi di masa depan.

Lockheed’s Board of Commissioner : ”Lockheed’s Hercules has had the largest production run of any airplane in the world history. But, it is not makes the Hercules an aviation standout. Rather, it is the airplane’s amazing versatility and its contribution to history”.


Mengenang Lahirnya C130 Hercules

Selamat Hari Jadi Sang Penjelajah, Sekali di udara tetap di udara.

BRAVO RAJAWALI, BRAVO HERKY, BRAVO UNICORN.


Mengenang Lahirnya C130 Hercules

Tulisan Dari :

Herky 01 - Rajawali 31, pencinta berat Hercules.

HERCTASTIC

Referensi”Setengah Abad Kiprah Hercules Di Indonesia

Foto Dok Skadron Udara 32 dan Dok Pribadi

Artikel ini juga ditulis di website www.c130hercules.com