Perkembangan Aviasi Komersial

Pesawat DC-3

Photo : Randy Fath

Perjalanan Pesawat Penumpang

Oleh : Aviasi.com | 10 Agustus 2020

Hingga tahun 1950 Era Baling-baling

Tahun 1950-1960 Era Jet dan Kecepatan di Mulai

Tahun 1970 Era Pesawat Berbadan Lebar

2010- Sekarang Era Jarak Tempuh - Efisiensi

Dahulu untuk terbang dari Brisbane ke London membutuhkan waktu hampir 2 minggu dengan singgah di Singapore dan melakukan transit sebanyak 43 kali, namun kini rute tersebut dapat ditempuh dibawah 24 jam (sekitar 22 jam).

Perkembangan penerbangan komersial tidak dapat dipisahkan dari perkembangan industri pesawat terbang yang digunakan oleh maskapai, mulai dari era pesawat baling-baling/turboprop, bermesin jet dan supersonik hingga pesawat yang memiliki daya jelajah yang jauh sehingga tidak perlu melakukan transit untuk rute jauh (point to point).

Aviasi Komersial

Era Baling-Baling

Setelah perang dunia kedua usai para pabrikan pesawat yang sebelumnya lebih fokus kepada memproduksi pesawat militer karena permintaan yang tinggi, saat itu merubah haluannya ke pesawat untuk keperluan penumpang komersial.

Beberapa pesawat baling-baling seperti Lockheed L-749 Constellation yang diproduksi oleh Lockheed pada tahun 1947 dan Boeing B-377 Stratocuriser yang fenomenal karena bisa dikatakan sebagai jumbo nya pada era tersebut karena ukurannya yang besar untuk era itu serta pabrikan Douglas yang memiliki pesawat DC-6 sebagai saingan dari kedua pesawat tersebut.

Boeing B-377 Stratocruiser sendiri adalah hasil versi sipil dari pesawat angkut berat C-47 Stratofreighter serta untuk menggantikan pesawat penumpang sebelumnya besutan Boeing yaitu Boeing 314 Clipper, sedangkan Douglas DC-6 yang merupakan versi sipil dari pesawat angkut versi militer C-118 Liftmaster dan jangan dilupakan juga pesawa Douglas C-47 menjadi DC-3

Aviasi Komersial

Era Jet

Kebutuhan akan terbang dengan mempersingkat waktu dan tanpa harus melakukan pemberhentian banyak melahirkan era jet pada penerbangan komersial mulai tahun 1950 an

Pabrikan pesawat dari Inggris memperkenalkan pesawat jet komersial pertama mereka yaitu Comet dan mulai di gunakan oleh maskapai British Overseas Airways Corporation (BOAC) pada tahun 1952 dan sangat sukses pada tahun operasional pertama dengan mengangkut sekitar 30,000 penumpang dan dapat terbang dua kali lebih cepat dari pesawat yang beroperasi saat itu.

Akan tetapi beberapa kecelakaan yang dialami pesawat ini seperti kecelakaan di Kalkuta dan 2 kecelakaan lainnya yaitu penerbangan dari Roma ke London pada Januari 1954 dan penerbangan dari Roma ke Kairo pada April 1954 membuat pesawat ini di grounded .

Pabrikan Boeing kemudian memperkenalkan Boeing B-707 pada tahun 1958 setelah terbang pertama kali pada tahun sebelumnya dan diikuti oleh pabrikan Donalds yang memproduksi pesawat DC-8 bermesin jet juga.

Kedua pesawat ini juga merupakan versi sipil dari versi militer yang mereka ajukan kepada pihak Angkatan Udara Amerika untuk kebutuhan pesawat tanker nya dimana Boeing keluar sebagai pemenang dengan KC-135 Stratotanker.

Photo : Pixabay.com

Era Berbadan Lebar dan Kecepatan

Perkembangan penerbangan komersial mengalami kemajuan pesat pada awal tahun 1970 an dengan beroperasinya Boeing B747-100 oleh maskapai PanAm pada tanggal 1 Januari 1970 yang dapat menampung 366 penumpang dalam konfigurasi 3 kelas dan 452 penumpang dalam 2 kelas.

Selain dapat menampung lebih banyak penumpang, pesawat berbadan lebar ini juga dapat terbang sejauh 9,800 km dan lebih jauh dari pesawat-pesawat komersial lainnya.

Bersamaan dengan itu, pabrikan pesawat lainnya juga memperkenalkan pesawat sejenis yaitu Lockheed dengan L-1011 TriStar dan McDonnell Douglas dengan DC-10 nya.

Hingga tahun 1990 an, pesawat berbadan lebar sangat populer dalam penerbangan komersial karena dapat mengangkut lebih banyak penumpang dan dapat terbang lebih jauh tanpa harus transit seperti sebelumnya.

Selain dari versi keluaran baru dari pesawat-pesawat yang sudah ada seperti Boeing B-747 400 dan DC-10 30, produk baru pun ikut meramaikan seperti pesawat MD-11 pada tahun 1990.

Pada era pesawat berbadan lebar dimulai, pesawat dengan kecepatan supersonikpun ikut meramaikan penerbangan komersial saat itu dengan adanya pesawat Concorde produksi dari hasil kerjasama antara AĆ©rospatiale dan BAC ( sekarang British Aerospace ).

Maskapai British Airways dan Air France adalah pengguna dari maskapai ini untuk penerbangan atlantik ke New York namun setelah adanya beberapa kecelakaan, pesawat yang diproduksi sebanyak 20 buah ini dipensiunkan dari penggunaan untuk penerbangan komersial pada tahun 2003.

Era Efisiensi dan Penerbangan Langsung

Pada tanggal 27 April 2005 dunia penerbangan diperkenalkan dengan pesawat superjumbo keluaran Airbus yaitu pesawat Airbus A-380 yang lahir dari dua perspektif berbeda dari dua pabrikan pesawat terbsesar di dunia terhadap masa depan penerbangan komersial yaitu Boeing dan Airbus.

Beberapa berita menyebutkan bahwa pada awal tahun 1990 pihak Boeing telah mengajak Airbus untuk mengembangkan pesawat komersial di masa depan sebagai pengganti dari Boeing B-747 namun ajakan tersebut tidak terjadi karena perbedaan perspektif.

Pihak Boeing melihat kecenderungan para pengguna maskapai untuk terbang ke tujuannya tanpa harus transit atau melewati bandara hub, sedangkan pihak Airbus melihat peningkatan besar pada jumlah pengguna maskapai di masa depan.

Alhasil Airbus mengeluarkan Airbus A380 dan pihak Boeing dengan B787 Dreamliner nya yang terbang pertama kali pada tanggal 15 April 2009, empat tahun setelah Airbus A380 terbang pertama kali.

Pihak Airbus kemudian mengeluarkan saingan B787 dengan Airbus A350 nya yang terbang pertama kali pada 14 Juni 2013

Pesawat B787 Dreamliner dengan kemampuan terbang lebih jauh dan melakukan penerbangan point to point memungkinkan untuk terbang dari belahan Australia seperti Perth dan Sydney ke London hanya dalam waktu dibawah 24 jam dibanding 2 minggu dengan berkali-kali transit dan menginap dahulunya.


Masa Kini dan Konsep

Peningkatan harga minyak dunia pada awal tahun 2000 sangat mempengaruhi dunia penerbangan selain daripada itu beberapa bandara di dunia harus mengeluarkan biaya ekstra yang tidak kecil untuk dapat menampung pesawat superjumbo A380 seperti membangun jet bride atau gabrata tambahan.


Efisiensi adalah faktor utama bagi maskapai semenjak awal tahun 2000 an dan sepertinya penerbangan point to point lebih banyak digunakan untuk menggambarkan dunia penerbangan komersil saat ini di mata pengguna maskapai karena mereka menyingkat waktu terbang nya untuk dapat lebih lama menghabiskan waktu di tujuan daripada pada penerbangan itu sendiri.

Penerbangan Hub and Spoken dengan menggunakan bandara Hub sebagai pengumpul penumpang masih berlaku dan dapat di terapkan oleh beberapa maskapai seperti KLM, Emirates dan Etihad, namun banyak juga tujuan lainnya khususnya pada tujuan wisata dimana para wisatawan akan lebih banyak memilih penerbangan point to point.

Ada tersirat kabar juga bahwa Lockheed Martin sedang mengembangkan pesawat supersonik X-59 QueSST, apakah ini menandakan penerbangan komersial akan kembali pada persaingan dalam kecepatan pesawat ?