Air Refueling

Air Refueling

Perkembangan Pengisian Bahan Bakar di Udara

Oleh : Aviasi.com | 15 Agustus 2020

Air Refueling atau Aerial Refueling dan lebih dikenal dengan istilah Air Refueling, In-flight Refueling adalah proses pengisian bahan bakar antara dua pesawat pada saat penerbangan atau di udara, proses ini biasanya dilakukan oleh pihak militer saja.

Proses pengisian bakar akan sangat dilakukan apabila sebuah pesawat, biasanya pesawat militer, yang dalam penerbangan panjang dimana kapasitas tankinya tidak mencukupi dan sangat tidak mungkin untuk mengisi bahan bakar di darat untuk menyingkat waktu dan keefektifan sebuah operasi.

Proses ini sangat berguna sehingga sebuah pesawat dapat terbang lebih lama dan juga dengan sedikit bahan bakar pada saat takeoff, pesawat dapat mengangkut lebih banyak perlengkapan , pasukan, persenjataan dan lainnya dengan tidak melebihi batas maksimum berat saat takeoff atau Maximum Takeoff Weight (MTOW).

Alasan untuk bisa lebih banyak mengangkut tersebutlah yang digunakan oleh pihak militer Amerika saat berkonflik dengan Vietnam .

Pada tahun 1928 sebuah pesawat Belgia dapat bertahan di udara selama 60 jam dan 7 menit dengan melakukan air refueling serta ada pesawat Fokker C-2 dengan sebutan 'Question Mark' dapat terbang mulai tanggal 1 Januari 1929 hingga 7 Januari 1929 dengan mengisi bahan bakar di udara sebanyak 21.577 liter dalam 43 kali pengisian dari pesawat lain.

Record terlama dengan pengisian bahan bakar di udara adalah pesawat Ryan Brougham yang bertahan mengudara hingga 172 jam dan 32 menit pada 26 Mei 1929.

Photo Credit: Peter M. Bowers Collection, Seattle Museum of Flight

Air Refueling Pertama

Apabila air refueling dilakukan antar 2 pesawat dengan menggunakan selang khusus, hal ini sangat berbeda dengan apa yang dilakukan oleh Wesley May seorang stuntman beserta 2 orang temannya yaitu Frank Hawks dan Earl Daugherty pada tanggal 12 November 1921 dimana Wesley atau biasa dipanggil dengan 'Wes' berjalan di sayap pesawat saat mengudara.

Mereka menggunakan 2 pesawat dan pada ketinggian 1.000 feet, Wes mulai melakukan aksi stunt nya dengan berjalan di sayap pesawat ke bagian depan pesawat yang akan di isi.

Walau aksi mereka ini sangat tidak praktis dan juga sangat berbahaya serta memerlukan keahlian berjalan di atas sayap, aksi ini membuat mereka terkenal dan membuat orang sadar bahwa pengisian bahan bakar di udara antara 2 pesawat adalah sangat mungkin dilakukan.

Satu setengah tahun atau tepatnya pada tanggal 27 Juni 1923 , pihak Angkatan Darat Amerika melakukan percobaan melakukan air refueling dengan dua pesawat Airco DH-4B biplanes dimana pesawat pertama yaitu yang mengisi dipiloti oleh Letnan Satu Virgil Hine dan pesawar kedua sebagai pesawat penerima dipiloti oleh Frank Seifert dengan mengunakan selang khusus.

Keberhasilan pihak Angkatan Darat Amerika ini tercatat sebagai pengisian bahan bakar di udara pertama yaitu pada 27 Juni 1923 dengan cara yang lebih masuk akal dan aman.