Membuka Akses Pariwisata

Maskapai Pembuka Akses
Pesawat diatas Atol (Pixabay)

Oleh : Aviasi.com

Maskapai adalah angkutan udara yang tidak hanya memindahkan orang dari satu poin ke poin lainnya akan tetapi juga memindahkan barang dari satu poin ke poin lainnya dengan terjadinya sebuah perdagangan diantara dua point tersebut.

Memang tidak bisa dipungkiri bahwa angkutan udara adalah moda transportasi tercepat dan teraman hingga kini.

Maskapai mempermudah banyak orang dalam menjalankan mobilitas mereka dan seiring dengan kemajuan teknologi dalam dunia aviasi, waktu tempuh antar benua pun kini dapat di tempuh dalam kurang dari 20 jam misalnya dari benua Amerika ke Eropa yang hanya memakan waktu 8 jam penerbangan.

Demikian juga dalam hal perdagangan barang antar negara dapat dilakukan dengan waktu yang tidak lama dengan angkutan udara yang dahulunya memerlukan sebulan lebih untuk dapat melakukan perdagangan antar benua.

Pada musim liburan baik itu liburan sekolah maupun liburan musim panas/dingin, banyak orang memilih untuk berlibur dan moda transportasi yang mereka pilih karena untuk mencapai ke destinasi wisata yang dituju tidak memakan waktu lama adalah dengan pesawat terbang.

Maskapai memiliki rute penerbangan yang dapat dipilih oleh para traveler sesuai dengan jadwal mereka, keberadaan penerbangan sipil yang meliputi penerbangan komersial dan private telah banyak mengantarkan penumpang dan barang ke destinasi yang dituju diseluruh pelosok dunia.

Pembukaan rute ke sebuah destinasi wisata memiliki makna yang sangat berarti bagi pariwisata sebuah daerah karena selain mempermudah akses ke destinasi wisata tersebut juga menambah jumlah kunjungan wisatawannya dan pada akhirnya membawa dampak ekonomi bagi daerah tersebut.

Sebuah destinasi wisata yang sebelumnya tidak pernah didengar bisa menjadi destinasi wisata pilihan bagi banyak wisatawan untuk liburan mereka selanjutnya.

Efek Maskapai Pada Destinasi

Pembukaan penerbangan ke sebuah destinasi berarti juga penambahan pilihan kepada para wisatawan akan destinasi wisata yang dapat mereka pilih untuk liburan mereka berikutnya.

Salah satu resort yang terletak di sebuah pulau di tengah Indonesia, sebelum membangun resort nya yang sekitar tahun 2000 an awal, mereka sudah memikirkan untuk membangun airfield untuk dapat mengakomodasi tamu mereka dari bandara besar.

Sebaliknya sebuah destinasi di pulau besar di Indonesia dengan 4 Kabupaten dan yang hanya memiliki 2 bandara, akan sulit mendatangkan para tamunya yang harus menempuh jalan darat ekstra selama 4-5 jam untuk mencapai destinasi wisata tersebut.

Terlebih lagi bila kita melihat Indonesia sebagai negara kepulauan dimana wisata pulau menjadi wisata primadona bagi Indonesia sehingga diperlukan aksesibilitas ke pulau-pulau yang menjadi destinasi favorit dengan membangun airfield atau bandara kecil ataupun dengan pesawat amphibi.

Negara Maladewa dan Seychelles misalnya yang sangat tergantung dengan sektor pariwisata nya dengan membangun resort-resort yang mengelola atoll-atolnya, beberapa dari resort menawarkan penerbangan ke atoll atoll tersebut, walau dengan harga yang lebih tinggi dari kapal akan tetapi pilihan menjadi lebih banyak ditawarkan kepada wisatawan.

Sebuah destinasi baik itu di pulau, gurun, daerah pegunungan dan bahkan pertokoaan sekalipun akan sulit mendatangkan para tamunya apabila akses ke destinasi tersebut terbatas.

Siapa yang Memulai ?

Untuk dapat membuka akses lewat udara ke sebuah destinasi wisata biasanya dimulai dari pemerintah daerah setempat yang memahami betul akan potensi wisata yang dimiliki oleh daerahnya .

Pembangunan bandara menjadi sebuah keharusan bila ingin membuka akses bagi wisatawan karena moda transportasi udara selalu menjadi pilihan pertama bagi para wisatawan.

Memang tidak murah untuk membangun sebuah bandara akan tetapi bila melihat fungsi dan kegunaan bandara jangka panjang yang akan didapat, biaya tersebut tidaklah akan sebanding dengan hasil yang akan diperoleh.

Bagi maskapai, sebuah rute dapat dikatakan sebagai rute yang menguntungkan bila penerbangan di rute tersebut memiliki tingkat angkut atau load factor yang tinggi, tidak saja dalam masa liburan saja melainkan sepanjang tahun, hal ini yang terkadang dapat membuat pemikiran dan pertimbangan khusus bagi maskapai sebelum memutuskan pembukaan rute.

Alasan akan adanya kegiatan bisnis di sebuah daerah bisa menjadi pertimbangan utama tetapi kegiatan pariwisata bisa menjadi pertimbangan utama pula apabila sektor utama pada daerah tersebut adalah pariwisata seperti yang terjadi di Hawaii atau Bali.

Kesiapan sebuah daerah dalam membangun fasilitas pendukung pada destinasi wisata seperti bandara, jalan, kesehatan dan lainnya menjadi tugas rumah bagi pengambil kebijakan daerah.

Maskapai akan sangat berperan dalam pembukaan destinasi wisata yang lebih banyak lagi di dunia, baik itu yang berlokasi di daerah terpencil, di pulau di tengah lautan, di pegunungan, di padang pasir dan dimanapun itu, maskapai tidak hanya akan menjadi pembuka aksesibilitas bagi destinasi wisata tetapi juga akan menjadi moda transportasi primadona bagi para wisatawan.

Disamping menjadi pembuka destinasi, maskapai biasanya ikut berpartisipasi dalam mempromosikan pariwisata daerah-daerah tujuan yang masuk dalam rute penerbangan mereka.

Majalah yang biasanya tersedia didalam pesawat atau inflight magazine, kebanyakan berisi akan artikel pariwisata dan khususnya destinasi.

Dalam hal ini maskapai telah memberikan kontribusi ekstra kepada destinas wisata melalui informasi yang diberikan kepada pelanggannya didalam pesawat.

Penerbangan Langsung

Penerbangan langsung dari berbagai negara menuju ke daerah dimana destinasi wisata berada akan memberikan nilai tambah bagi sebuah destinasi wisata terutama dalam peningkatan jumlah wisatawan yang berkunjung.

Penerbangan langsung dari berbagai daerah di Jepang menuju Bali terbukti ampuh dalam mendatangkan banyak wisatawan yang lebih memilih penerbangan langsung untuk menghemat waktu dalam liburan mereka.

Penerbangan Hub and Spoke akan lebih banyak memakan waktu untuk menuju ke destinasi wisata yang ingin dituju terutama dari daerah-daerah yang harus transit di bandara penghubung.

Pariwisata dan Aviasi akan selamanya tergantung dan saling menggantungkan diri satu sama lain, karena pada akhirnya semua wisatawan yang berada pada destinasi sebagian besarnya adalah wisatawan yang menggunakan jasa maskapai.

Dan maskapai yang akan terus melakukan ekspansi ke lebih banyak destinasi wisata di dunia sehingga membuat kita semua dapat menyaksikan keindahan dan keunikkan dari setiap daerah atau negara di dunia.