AVIASI.COM

AVIASI DAN PARIWASATA

ARTIKEL AVIASI SIPIL

Kemewahan Dalam Berlibur (bag. 1)

Aviasi.com | 25 Juli 2020

Kemewahan memang selalu dikaitkan dengan kekayaan seperti rumah dan mobil mewah serta barang mahal lainnya, dan jika memang itu cara kita mendefinisikan kemewahan mungkin kita masih hidup pada masa lalu.

Pixabay.com

Hotel berbintang lima atau mungkin kelas diamond dan diatasnya dengan segala fasilitas dan layanan yang sepandan dengan harga menginap untuk satu malamnya belum tentu juga dapat memberikan sebuah kemewahan kepada kita selama berlibur.

Pada sisi kaum jetset atau kaya raya, segala fasilitas yang mewah memang tidak akan bisa dipisahkan dalam segala hal dari mereka karena itu sudah merupakan standar tanpa harus disebutkan atau diminta oleh mereka.

Mereka memang pantas untuk mendapatkan sebuah privellege seperti pada keanggotaan dari sebuah club yang hanya tersedia untuk kaum tertentu ( social cachet. )

Mahal atau Mewah ?

Untuk dapat benar-benar memahami apa itu kemewahan dalam berlibur, kita lebih dulu mendefiniskan makna dari kemewahan tersebut karena selain definisinya sudah berubah seiring dengan perjalanan waktu juga terdapat perbedaan dari setiap orang dalam memahaminya.

Sesuatu yang mahal belum tentu mewah namun selalu berhubungan dengan kekayaan atau harta, namun segala yang mewah tidak selalu dapat dikatakan sebagai mahal dan tidak selamanya berhubungan dengan kekayaan atau harta.

Sebuah tas dengan harga yang mahal harganya akan tetapi masih banyak tersedia dan banyak juga orang yang memilikinya, maka itu bukan barang mewah karena orang kaya di dunia ini banyak jumlahnya sehingga akan banyak yang dapat memilikinya.

Dilain sisi, sebuah lukisan atau sebuah perhiasan yang dahulunya pernah digunakan oleh seorang bangsawan, dengan harga yang tidak dapat dipatok dengan angka, barang tersebut merupakan barang mewah, karena selain dalam jumlah sangat terbatas, juga hal yang sangat menentukan sesuatu itu mewah adalah cerita dibalik itu dan memiliki keunikan tersendiri sehingga tidak ada pembedanya.

Seseorang dapat terlihat mewah dengan penampilannya tanpa ada barang mahal yang dikenakan, namun seseorang dapat terlihat tidak mewah saat mengenakan baju atau aksesoris yang mahal harganya sekalipun.

Definisi kemewahan memang agak sulit dijabarkan secara pasti, lain halnya dengan kata mahal yang sudah dapat ditandai oleh price tag yang menempel pada barang tersebut, karena kemewahan tidak selamanya terletak pada angka saja dan biasanya dipresentasikan dalam beberapa hal berikut :

  1. Timelessness atau Keabadian

  2. Story atau Cerita

  3. Scarcity atau Kelangkaan

  4. Social Cachet atau Prestise

Sebenarnya masih ada satu tambahan dari kami namun kami akan sertakan dalam akhir dari artikel ini karena satu hal tersebut yang justru akan membuat kita semakin mudah untuk memahami makna dari kemewahan itu.

Privasi adalah segalanya (WisataPremium.com)

Setiap orang pun akan mendefinisikan kemewahan dengan cara yang berbeda-beda pula, terutama dapat terlihat dari cara mereka dalam menunjukan makna tersebut dalam tingkah laku atau gaya hidup.

Kita mungkin sering melihat di media sosial dimana beberapa orang menunjukan mereka dengan barang-barang mahal (bukan mewah), ini salah satu contoh cara bagaimana setiap orang akan berbeda dalam memahami apa itu sebenarnya kemewahan.

Dalam sebuah artikel di majalah Vouge Italia salah satu redaksi utama mereka mengatakan bila dalam dunia fashion , sebuah produk mewah dibuat secara detil dan dengan keahlian khusus sehingga dapat menghasilkan produk yang memang mewah, bukan mahal, dan ketika kemewahan produk tersebut diumbar itu berarti kita juga mengumbar dari detil produk tersebut dan mengurangi dari penghargaan kita terhadap keahlian dari seorang dibalik produk tersebut.

Produk memang untuk di gunakan atau dikenakan namun apabila kita menunjukannya dengan cara yang tidak tepat, maka kemewahan tersebut pun menjadi pudar.

Sumber air di beberapa belahan dunia menjadi sebuah kemewahan bagi masyarakat disekitarnya, karena itu sebuah kelangkaan bagi mereka, sedangkan di tempat lain dimana air berlimpah, bukanlah sebuah kemewahan dan semua orang disekitarnya dapat menjangkaunya.

Barang peninggalan leluhur kita dilain hal bisa menjadi sebuah kemewahan meskipun itu hanya berupa barang yang simpel sekalipun seperti misalnya cincin emas, yang mungkin harganya bisa kita ketahui, tapi karena barang tersebut menyimpan sebuah cerita yang sangat berarti bagi seseorang maka barang tersebut adalah kemewahan.

Seorang tamu kami yang berlayar dengan kapal pinisi dari Bali ke Labuan Bajo pernah berkata bahwa 'Luxury is not about the price but it is about the prize' dan itu memang benar adanya bahwa kemewahan bukan pada kekayaan namun lebih kepada penghargaan yang kita dapat dari hasil jerih payah kita dalam meraih kesuksesan dalam hidup.

Ketika kita sudah sukses dalam hidup ini, apapun dapat kita lakukan dan pergi kemana pun bisa, baik itu sesuatu yang mahal ataupun mewah sekalipun, itulah adalah buah hasil dari kerja keras dan kita memang pantas untuk mendapatkan itu.

Dari beberapa tamu yang super kaya yang pernah tim kami temui, kebanyakan dari mereka menganggap kemewahan itu adalah penghargaan hidup, bukan untuk diumbar tapi dinikmati secara pribadi.

Kekayaan bisa diumbar tapi kemewahan sebaiknya tidak diumbar karena akan mengurangi nilainya yang tidak bisa dipatok dengan price tag .

Kemewahan dalam berlibur tidaklah juga selamanya berhubungan dengan kekayaan, dan hal ini akan kami tulis dalam sambungan artikel ini.

Bersambung ke bagian 2