Kemewahan dalam Berlibur

Kemewahan Dalam Berlibur (bag. 2)

Aviasi.com | 25 Juli 2020

Pixabay.com

Sambungan dari bagian 1

Ketika kita berbicara mengenai liburan, apa yang dalam pikiran kita adalah kita berada pada ruang dan waktu yang terpisah dari rutinitas sehari-hari dimana kita bisa melakukan segala hal yang menyenangkan dan melihat pemandangan alam atau lainnya yang tidak bisa kita lakukan atau temukan dalam sehari-hari.

Bagi sebuah keluarga, liburan adalah waktu yang tepat untuk menyenangkan buah hati dengan berpergian ke tempat yang child friendly karena kebanyakan dari para orang tua masih memiliki pemikiran bahwa liburan keluarga adalah waktu untuk berkumpul bersama dan menyenangkan buah hati mereka tadi.

Liburan juga bisa berarti istirahat dari rutinitas sehari-hari, sehingga bagi beberapa orang yang sehari-hari kehidupannya diatur oleh jadwal dan alarm di mobile phone adalah sebuah kewajaran bila salah satu konsep berlibur bagi mereka adalah bangun pagi sekehendaknya, bersantai di teras hotel atau duduk di pantai seharian, segala aktivitas yang terbebas dari jadwal dan waktu.

Bagi kita semua, liburan adalah waktu dimana kita yang mengatur waktu dan jadwal bukan sebaliknya seperti yang kita jalani sehari-hari.

Liburan sudah menjadi sebuah kebutuhan bagi kita yang hidup dalam rutinitas dan tidak memiliki waktu banyak untuk berkumpul dan menghabiskan waktu bersama teman, saudara atau anggota keluarga.

Liburan tidak saja mengantarkan kita ke ruang dan waktu yang terpisah dari rutinitas saja melainkan juga memberikan sebuah pengalaman melalui kegiatan dan aktivitas yang dilakukan saat berlibur seperti berlayar, snorkeling atau menyelam, trekking dan lainnya.

Pengalaman liburan inilah yang dapat memberikan sebuah kemewahan dalam berlibur kepada kita melalui kegiatan yang kita lakukan selama berlibur tersebut, akan tetapi itu sangat tergantung juga kepada masing-masing individu dalam memaknai liburan itu sendiri, misalnya bagi beberapa orang mungkin dengan berpergian ke sebuah daerah atau negara itu sudah liburan dan bukan hanya sekedar perjalanan (traveling).

Saat kita berlayar mungkin kita mendapatkan keberuntungan melihat ikan lumba-lumba yang sangat jarang kita lihat secara langsung dan terkadang ikan lumba-lumba tersebut mendekat ke kapal kita.

Jika kita ingin berada di sebuah tempat yang jauh dari keramaian, mungkin kita bisa pergi ke pantai di pulau yang tidak berpenghuni sehingga kita bisa seperti memiliki pantai pribadi atau memilih berada di tempat di daratan tinggi jauh dari perkotaan.

Sehingga liburan bagi setiap orang akan berbeda-beda tapi satu hal yang akan menyatukan persepsi kita semua terhadap makna dari liburan dan itu adalah pengalaman (holiday experience) dan dengan mendapatkan pengalaman liburan yang tepat, maka kita juga mendapatkan sebuah kemewahan dalam berlibur.

Mungkin ada beberapa yang berkata bahwa setiap liburan akan selalu diisi oleh kegiatan dan aktivitas namun tidak merasakan bahwa itu sebuah kemewahan, jawabannya adalah pada momen yang terjadi saat kita melakukan aktivitas tersebut.

Pada bagian 1 artikel ini disebutkan ada 4 hal yang mempresentasikan sebuah kemewahan dan salah satunya adalah cerita dimana cerita tersebut tercipta dari momen tersebut yang pada akhir liburan itu akan menjadi sebuah keabadian atau timelessness .

Jika kita menginap di sebuah penginapan mewah serta melakukan aktivitas berlibur mungkin momen nya akan berbeda dengan bila kita menghabiskan satu malam di tenda lengkap dengan fasilitas di sebuah pulau tak berpenghuni.

Pemandangan tembok dan beton yang kita lihat setiap hari kini menjadi langit dengan bintang-bintang yang sebelumya kita tidak pernah lihat atau perhatikan atau dengan suara yang klakson mobil yang biasa tak terdengar lagi saat itu.

Bagi yang ingin melamar sang calon pendamping hidup misalnya, momen melamar biasanya sangat penting bagi beberapa orang, nuansa romantis sebuah keharusan tapi itu hanya akan memberikan kesan pertama yang bagus namun untuk sisanya hingga jawaban iya atau tidaknya kesediaan calon pendamping, momen-momen lah yang memainkan peranan.

Satu hal yang perlu diketahui bahwa momen biasanya berlangsung sangat cepat dan ketika momen tersebut terlewati karena kita tidak berada pada momen tersebut, maka tidak akan tercipta cerita yang kita dapatkan.

Momen juga dapat merubah keadaan emosi seseorang ketika momen saat itu menyentuh emosinya, bisa jadi bahwa momen bisa merubah keputusan calon pendamping kita dari yang sebelumnya ingin memikirkan dulu lamaran kita menjadi iya dan bersedia.

Dan pada ketika momen-momen yang kita lalui terkumpul menjadi sebuah cerita yang sangat berkesan pada diri kita dan itu akan menjadi sebuah kenangan yang abadi karena kemungkinan untuk mengulangi momen-momen tadi tersebut kecil dan bahkan tidak bisa terulang kembali.

Kemewahan adalah sesuatu untuk dinikmati secara pribadi karena dengan begitu nilai dari momen yang tercipta selama berlibur akan dikenang oleh kita selamanya (abadi) dan tidak akan terhapus oleh waktu sekalipun.

Sesuatu yang abadi memiliki nilai bukan harga bagi setiap orang yang benar-benar memahaminya, penginapan mahal mungkin akan sama bentuk kamar dan fasilitasnya diantara banyak hotel sejenis, akan tetapi menginap di sebuah pulau atau tempat yang benar-benar berbeda justru tidak ada pembandingnya.

Selain dari 4 hal tadi ada satu tambahan dari kami yaitu satu kata yang kini oleh beberapa orang jauh dari arti sebenarnya yaitu privasi, dimana beberapa orang justru mengumbar dan mempertontonkannya menjadi sebuah komoditas publik bukan lagi milik pribadi.

Namun sepertinya pada bagian 1 disebutkan bahwa ada beberapa dari kita memaknainya berbeda.

Kemewahan dalam berlibur tidak dapat dilihat dari harga yang tertera melainkan dari nilainya yang berupa kepuasan dalam berlibur melalui pengalaman yang didapat selama berlibur.

Privasi

Kata ini sebenarnya memberi makna bahwa ini milik dan hanya untuk dilakukan secara pribadi dan bila dalam berlibur, privasi bisa menjadi sebuah keharusan bagi beberapa orang yang sangat dan sangat menghargai privasi mereka.

Privasi merupakan faktor yang tidak bisa dipisahkan dari kemewahan dalam berlibur, bukan karena memisahkan orang dari kelompok wisawatan yang lain dalam hal pembelanjaan, namun lebih kepada perbedaan dari jenis layanan yang diharapkan.

Sebagai contohnya bisa digambarkan saat kita menikmati pantai di sebuah pulau tak berpenghuni dimana tak seorangpun yang akan menganggu keberadaan kita disana atau kecenderungan memilih private villa dan sejenisnya yang hanya dapat ditempati oleh kita saja.

Kedengarannya mahal ?

Jika kita bicara mahal ada kecenderungan bahwa kita menggambarkan sesuatu yang harganya melebihi kualitasnya dan ketika berbicara murah maka ada kecenderungannya jika kita melihat sesuatu dengan kualitas yang buruk saat kita membicarakan tentang barang tiruan dari barang aslinya..

Kemewahan dalam berlibur tidak dapat dilihat dari harga yang tertera melainkan dari nilainya yang berupa kepuasan dalam berlibur melalui pengalaman yang didapat selama berlibur.

Dan mungkin kita juga akan kaget betapa tidak mahalnya untuk berada dan disebuah pantai di pulau tak berpenghuni dan menikmati kemewahan dalam berlibur.