Leisure Airlines

Apakah Perlu Indonesia Memiliki Leisure Airline ?

Oleh : Aviasi.com | 08 November 2020

Indonesia memiliki banyak pulau-pulau yang tersebar dari Sabang hingga ke Merauke serta destinasi lainnya di Indonesia, namun ketika musim liburan tiba akan sulit mendapatkan tiket pesawat untuk menuju ke destinasi yang kita inginkan.

Bila kita berbicara mengenai aviasi dan pariwisata maka akan terdapat kesamaan dalam hal penggunanya yaitu para air traveler dimana mereka ini sangat menggantungkan angkutan udara dalam memenuhi mobilitas udara mereka baik untuk keperluan tugas maupun liburan dan sosial.

Destinasi-destinasi wisata hanya akan dapat dicapai dengan waktu singkat dengan angkutan udara untuk memberikan waktu yang lebih banyak kepada para air traveler pada destinasi yang mereka tuju.

Pada musim libur sekolah atau liburan panjang tiba biasanya kita akan mengalami kesulitan untuk mendapatkan tiket pesawat karena selain jumlah kursi penerbangan yang tersedia sudah habis juga karena mungkin juga waktu pemesaan tiket yang sudah terlalu dekat dengan liburan.

Hal ini terjadi karena para air traveler yang lain sudah jauh-jauh hari memesan tiket pesawat sehingga bagi mereka yang baru saja membuat rencana liburan ke destinasi yang sama akan ketinggalan dan sulit mendapatkan tiket pesawat.

Kategori Air Traveler

Bila kita melihat dari maksud dan tujuan para air traveler dalam melakukan perjalanan, maka air traveler dapat dibagi menjadi 3 kategori yaitu :

  • Bisnis/Pekerjaan
    Para traveler pada kategori ini menggunakan angkutan udara untuk mendukung mobilitas udara dalam pekerjaannya seperti meninjau proyek yang sedang dikerjakan atau menghadiri rapat atau pertemuan dengan partner bisnisnya dan perjalanan dinas lainnya.Liburan

  • Liburan/Leisure
    Pada kategori ini jelas bahwa semua air traveler disini menggunakan angkutan udara untuk berlibur ke destinasi yang mereka ingin tuju baik itu domestik maupun mancanegara.

  • Sosial atau VFR
    VFR atau Visiting Friends/Relatives pada dasarnya adalah untuk mengunjungi teman/saudara di tempat lain namun selain juga menggunakan angkutan udara untuk menuju ke tujuan, juga para air traveler ini menggunakan angkutan udara dan juga melakukan wisata pada akhirnya di tujuan tersebut.

Kita dapat merasakan betapa sulitnya mendapatkan tiket pesawat ke destinasi liburan yang banyak diminati seperti Bali dan Lombok ketika musim libur tiba, ini karena para air traveler pada kategori 2 dan 3 memiliki tujuan yang sama dan ditambah lagi jika ada acara atau event yang berlangsung di destinasi tersebut.

Selain juga sulit didapat, harga tiket yang jika masih tersedia pun sangat mahal harganya dan mungkin hanya tersedia di kelas bisnis yang harganya dapat berlipat-lipat dibanding kelas ekonomi.

Hal ini akan memberatkan para pelancong khususnya keluarga yang ingin menghabiskan waktu liburannya bersama putera/puteri mereka yang sedang liburan sekolah atau akhir tahun sekalipun.

Dana tabungan mereka akan terkuras lebih dahulu untuk tiket pesawat dimana biasanya keadaannya terbalik yaitu kita cenderung mencari tiket murah untuk dapat menggunakan dana di destinasi liburannya.

Solusi nya ?

Keterbatasan kursi penerbangan pada musin liburan terjadi dimana-mana, tidak hanya di Indonesia karena pada momen inilah orang akan menggunakan waktu liburnya semaksimal mungkin dan angkutan udara selalu menjadi pilihan pertama mereka.

Maskapai-maskapai yang sudah beroperasi pun sudah menambah frekwensi penerbangan ke destinasi-destinasi wisata favorit para pelancong namun terkadang jumlah lonjakan permintaan kursi penerbangan tidak selalu dapat diakomodasi lagi oleh penambahan penerbangan tersebut.

Leisure Airline mungkin dapat menjadi solusi dari keadaan ini karena pada selain juga menambah jumlah ketersedian jumlah kursi penerbangan juga biasanya maskapai ini memang berfokus kepada penerbangan ke destinasi wisata dalam jaringan penerbanganya.

Sebutan Leisure Airline sebenarnya adalah penerbangan charter atau sewa dahulunya namun seiring dengan perkembangan penerbangan, maka sebutan charter untuk tujuan berlibur disebut menjadi Leisure Airline, berbeda dengan penerbangan charter untuk tujuan bisnis atau business flight.

Selain memberikan fleksibilitas dalam pemesanan tiket, beberapa leisure Airline juga menawarkan paket-paket liburan sehingga mereka menawarkan dalam satu paket dengan tiket pesawat.

Kebanyakan dari Leisure Airlines di dunia memiliki basis bisnis pada pariwisata juga sehingga mereka mengetahui destinasi wisata mana yang banyak diminati oleh para pelancong dan membuat paket wisata yang menarik.

Namun perlu diperhatikan ketika kita membeli paket wisata dan tiket dalam satu paket ini karena bila terjadi sesuatu pada maskapai tersebut, proses pengembalian uang kita akan dalam satu kantong juga pada maskapai tersebut seperti yang terjadi pada maskapai Thomas Cook beberapa bulan lalu.

Maskapai Leisure ini bisa menjadi solusi dari lonjakan jumlah pelancong saat liburan tiba namun memang tidak semudah itu untuk mendirikan maskapai, selain juga memerlukan ijin dan proses administratif lainnya, juga tergantung pada hukum dan kebijakan Pemerintah setempat dalam penggunaan ruang udaranya, dan perlu tidaknya menyampingkan rumusan ICAO tentang 9 Kebebasan Angkasa/Langit pada penerbangan sipil dunia.