Menyoal Penggabungan BUMN Aviasi dan Pariwisata

Keputusan Pemerintah Indonesia untuk menggabungkan BUMN Aviasi dengan Pariwisata patut diacungkan jempol dan mengangkat topi karena itu adalah sebuah keputusan yang tepat, mengapa demikian ?

Aviasi dan Pariwisata
Foto : Pixabay.com

Keputusan Pemerintah untuk menggabungkan kedua sektor ini merupakan keputusan yang sangat tepat terutama saat Pemerintah sedang berusaha mendongkrak pemasukan dari sektor pariwisata.

Dan kita semua sudah menyadari bahwa Aviasi dalam hal ini sektor penerbangan merupakan tulang punggung dari pariwisata namun juga sebaliknya, kedua sektor ini memang saling mendukung karena pada dasarnya mereka memiliki pelanggan yang sama.

Satu hal yang tidak bisa dilupakan bahwa perjalanan atau travel adalah bagian dari wisata karena kemanapun orang akan menuju ke destinasi wisata akan selalu menempuh perjalanan baik itu lewat darat, laut maupun udara..

Para pelancong atau air traveler yang menggunakan jasa transportasi udara merupakan bidikan sektor penerbangan akan tetapi juga menjadi pelanggan sektor pariwisata karena mereka menggunakan angkutan udara untuk menuju ke destinasi wisata yang diinginkan

Kata perjalanan berasal dari bahasa Inggris yaitu 'travel dimana pengertiannya adalah melakukan perjalanan dari satu titik ke titik lain, jadi merupakan bila kita travel berarti kita masih dalam proses menuju ke tempat liburan yang kita tuju.

Kedua sektor juga sama-sama berada pada jasa layanan dimana sektor penerbangan pada jasa transportasi sedangkan pariwisata ada pada leisure .

Wisata
Foto : WisataPremium.com

Bahkan jika kita sudah berada pada satu destinasi dan ingin menuju ke destinasi lain, misalnya ke sebuah pulau akan memerlukan transportasi laut berupa kapal atau bila ada penyewaaan helikopter maka lewat udara.

Terfokus

Penggabungan BUMN Aviasi dan Pariwisata menjadi sebuah holding diharapkan akan terfokus kepada pelanggan dari kedua sektor akan tetapi ada akan lebih baik lagi jika fokus tersebut lebih mendalam lagi pada pariwisata.

Pada dasarnya ada 3 alasan orang melakukan perjalanan yaitu :

  1. Keperluan Bisnis dan Pekerjaan

  2. Liburan/Leisure

  3. VFR atau Visiting Friends/Relatives atau kunjungan sosial

Pada kelompok pertama adalah mereka yang memang harus melakukan perjalanan karena tugas dan pekerjaan seperti meninjau proyek atau menghadiri pertemuan atau Rapat (MICE), sehingga dapat dikatakan orang-orang dalam kelompok ini memiliki tujuan utama dalam menggunakan jasa transportasi udara untuk pekerjaan, dan melakukan kegiatan yang bersifat leisure ketika ada waktu luang.

Pada kelompok kedua dimana tujuan utama mereka ini murni untuk liburan dan leisure, tidak ada agenda lain dalam daftar mereka selain melakukan kegiatan yang menyenangkan di destinasi wisata yang mereka tuju.

Pada kelompok ketiga ini melakukan perjalanan khusus untuk mengunjungi saudara/teman di daerah lain walau pada akhirnya mereka juga melakukan kegiatan yang bersifat leisure di daerah tersebut.

Ada saatnya semua orang pada 3 kelompok ini menuju ke satu tujuan wisata seperti saat liburan sekolah atau lainnya, sehingga orang akan berebut mendapatkan tiket pesawat walau harga melambung tinggi.

Maskapai-maskapai yang beroperasi di Indonesia membidik ketiga kelompok ini sehingga orang-orang pada kelompok kedua yang murni ingin liburan harus berebut kursi dengan yang memiliki tujuan perjalanan berbeda..

Aviasi.com
Foto : Pixabay.com

Leisure Airlines dan Charter

Maskapai berjenis ini memang berfokus kepada pelanggan pada kelompok kedua dan sebagian kecil dari kelompok ketiga dengan memfokuskan rute-rute penerbangan ke berbagai destinasi wisata pada umumnya dan dengan harga terjangkau.

Maskapai ini bisa dikatakan sebagai Low Cost Carrier, sebagai contohnya beberapa maskapai jenis ini adalah Condor Airlines, TUI Airways dan SunExpress.

Selain itu penyewaan pesawat jet dengan kapasitas group juga dapat mendukung program pariwisata Indonesia yang ingin membidik pasar premium dan mewah.

Pilihan maskapai memang akan lebih murah dan membawa kemudahan bagi para wisatawan yang ingin menuju ke destinasi wisata namun ketika kursi-kursi maskapai pada umumnya, penyewaan pesawat jet bisa menjadi pilihan dan sekaligus membidik wisatawan premium dan mewah.

Penerbangan Langsung

Beberapa waktu yang lalu diberitakan bahwa Indonesi memiliki terlalu banyak bandara internasional ( 30 buah ) namun hanya terfokus pada Jakarta dan Bali saja dalam hal jumlah trafik baik penerbangan maupun penumpang.

Hal ini karena sistem Hub and Spoke yang diterapkan oleh maskapai khususnya untuk penerbangan domestik, paling tidak sistem ini yang mereka fokuskan dalam menjalankan operasi nya dimana Jakarta dan Bali dijadikan Hub mereka sehingga tidak heran jika fokus terbesar angkutan udara ada pada dua bandara ini/

Ketersediaan slot pada bandara internasional pada destinasi wisata dengan potensi mendatangkan wisatawan mancanegara harus tersedia bagi maskapai yang ingin membuka penerbangan langsung dari negara asalnya.

Jangan sampai sebuah bandara lebih banyak terisi dengan maskapai-maskapai domestik atau maskapai yang membidik di 3 kelompok, paling tidak harus diseimbangkan dengan maskapai internasional dan leisure airlines.

Beberapa waktu yang lalu saya membaca bahwa wisatawan Eropa akan lebih memilih ke Thailand daripada ke Indonesia dengan tersedianya penerbangan langsung kesana, sedangkan jika mereka ingin ke Indonesi maka mereka harus transit terlebih dahulu.

Hal ini akan memakan waktu mereka lebih banyak di perjalanan dibanding berada di destinasi wisata untuk menikmati liburan mereka, maka perlu dipikirkan untuk menyediakan lebih banyak penerbangan langsung ke destinasi-destinasi wisata di Indonesia.

Jumlah 30 buah Bandara Internasional mungkin akan terdengar banyak, namun jika tujuan awal mendirikan bandara internasional tersebut memang untuk mendatangkan wisatawan asing lebih banyak, maka diperlukan strategi yang lebih, salah satunya penerbangan langsung dengan mempromosikan lebih gencar lagi pariwisata di daerah tersebut.

Pada akhirnya jumlah tersebut akan sepandan dengan harta karun pariwisata yang kita miliki dengan banyaknya dan tersebarnya destinasi-destinasi wisata super indah di Indonesia.