Melihat Aviasi Setelah Pandemi

OPINI

Kabin Pesawat

Foto : Lukas Souza (unsplash.com)

Pesawat Terbang merupakan moda transportasi pilihan utama bagi para pelancong bisnis maupun liburan dan juga sebagai industri yang menyediakan jutaan lapangan pekerjaan di seluruh dunia, kehadiran Pandemi membuat aviasi terganggu akan tetapi juga sebagai pintu gerbang bagi industri aviasi untuk berevolusi kembali.

Hampir semua kalangan mengatakan bahwa Pandemi yang sedang kita hadapi ini adalah sesuatu tantangan yang sangat jauh berbeda dengan tantangan-tantangan sebelumnya yang dihadapi industri aviasi seperti kejadian 9/11.

Ketika itu faktor keamanan menjadi fokus industri aviasi untuk memulai kenormalan baru dengan mengetatkan keamanan di bandara dan di dalam pesawat mulai dari proses naik pesawat, selama penerbangan dan saat turun pesawat.

Dalam beberapa bulan saja setelah kejadian 9/11 para pelanggan maskapai mulai kembali ke kursi-kursi pesawat untuk melakukan perjalanannya baik itu untuk bisnis maupun liburan.

Akan tetapi Pandemi Covid-19 ini jauh berbeda, jauh lebih berat dan jauh lebih luas pengaruh dan akibatnya pada bisnis perjalanan udara dan pada industri aviasi secara menyeluruh.

Industri aviasi sebagai sebuah industri yang memiliki pengaruh besar kepada industri pariwisata, perdagangan dan interaksi manusia antar bangsa jelas mempengaruhi industri-industri tersebut karena semua pelaku dan pelanggan dari industri-industri tersebut telah menjadikan transportasi udara sebagai moda transportasi pilihannya selama ini.

Selama Pandemi berlangsung, selama itu pula pengaruh dan akibatnya terlihat pada industri aviasi dan industri-industri yang dipengaruhinya.

Para maskapai banyak yang memparkirkan pesawat-pesawatnya terutama yang berbadan lebar untuk tetap dapat bertahan, para perusahaan leasing pesawat dan maskapai juga diberitakan di beberapa media online melakukan negosiasi ulang terhadap perjanjian pembelian pesawat.

Itu hanya sebagian dari akibat dan pengaruh Pandemi pada industri aviasi dimana sisa daftarnya akan akibat dan pengaruhnya panjang dan meluas pada industri aviasi, pariwisata dan perdagangan.

Pada sisi industri pariwisata dimana anggota komunitasnya adalah para pelancong yang ingin liburan sebagai sebuah kebutuhan hidup mereka sangat terhantam pula akibat pandemi ini.

Mereka semua menghentikan sementara usaha mereka dalam memenuhi kebutuhan mereka yang satu ini selama pandemi berlangsung dengan satu alasan yaitu menjaga kesehatan mereka sehingga tidak terinfeksi coronavirus ini.

Kekhawatiran mereka terbagi dalam beberapa lapis yaitu saat mereka menuju ke bandara, saat mereka di bandara, saat mereka naik, pesawat, saat mereka berada di pesawat, saat mereka di bandara kedatangan dan saat mereka di destinasi yang mereka tuju.

Beberapa lapisan ini sudah diantisipasi oleh para pelaku aviasi khususnya maskapai dan bandara dengan menerapkan protokol kesehatan yang sesuai dengan standar yang diterapkan oleh Badan Kesehatan Dunia.

Keselamatan dan kesehatan bukanlah sesuatu yang asing bagi para maskapai yang selama ini telah terbukti sudah memprioritaskan kedua hal tersebut dalam melindungi pelanggannya sehingga adaptasi selama Pandmi ini tidaklah sulit dilakukan oleh maskapai.

Akan tetapi lapisan-lapisan lain tetap menjadi kekhawatiran para pelancong ini sehingga membuat segala usaha preventif yang dilakukan maskapai tidak memberikan hasil yang signifikan.

Pintu gerbang masuk pada negara-negara didunia untuk melindungi warganya dari penyebaran coronavirus serta proses karantina terhadap para pelancong menjadi kendala bagi usaha preventif maskapai tersebut.

Standardisasi usaha preventif serta statistik kasus Covid-19 di negara-negara di dunia yang berbeda juga menjadi pertimbangan dari para pelancong untuk melakukan perjalanan dan imbasnya adalah kembali kepada para maskapai pula.

Masa Kenormalan Baru pada industri Aviasi

Industri aviasi memasuki kenormalan baru kembali setelah kenormalan baru yang terakhir terjadi setelah kejadian 9/11 namun kali ini kenormalan baru yang dihadapin berlangsung lebih lamban, lebih lama progres nya dan lebih panjang prosesnya.

Karena apa ?

Kesehatan adalah sesuatu yang tidak dapat ditawar-tawar bagi kita semua sebagai usaha kita agar dapat hidup bebas dan melakukan segala aktivitasnya tanpa adanya kekhawatiran namun ketika kondisi dimana sebuah virus melanda dan belum tersedianya vaksin maka semua orang pun melakukan tindakan preventif ekstra.

Bagi para orang tua, menjaga kesehatan putera-puteri mereka adalah segalanya dan prioritas serta diri mereka sendiri sehingga apapun akan mereka lakukan untuk memproteksi anggota keluarganya terhadap coronavirus ini ketika belum ada vaksinnya.

Kekhawatiran mereka mungkin akan tetap berlaku pada semua lapisan tadi diatas walau sudah ada yang diantisipasi oleh maskapai dan sektor lain seperti penginapan dan restoran, karena semua lapisan tersebut akan selalu terdapat pada proses perjalanan mereka.

Dan bagi maskapai yang memang selalu memprioritaskan keselamatan dan kesehatan pelanggannya, kekhawatiran pelangganya tidak hanya dapat dijawab oleh mereka sendiri sebagai representasi dari industri aviasi, akan tetapi dari ketersediaan vaksin yang akan menghilangkan secara bertahap kekhawatiran dari pelanggannya dan industri aviasi akan kembali seperti sebelum Pandemi.


Tim Aviasi.com