Wisatawan yang Responsible dan Responsif

Aviasi.com 25 Juni 2020

Kenormalan baru bagi para wisatawan adalah sebuah kebiasaan baru yang dahulunya tidak pernah dilakukan sebelumnya walau dengan berbagai protokol kesehatan, tapi itulah keadaan yang memang harus dihadapain selanjutnya dalam berlibur.

Dok Aviasi.com

Cepat atau lambat keinginan kita sebagai manusia untuk bersosialiasi dan berlibur akan ingin muncul kembali ke permukaan setelah sekian lama menjalani Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) karena pada dasarnya kita memang diciptakan dengan jiwa sosial yang tinggi dan selalu ingin bersosialisasi dengan kerabat, anggota keluarga, teman dan lainnya.

Liburan sudah menjadi kebutuhan bagi banyak orang yang memiliki kepadaran rutinitas sehari-hari untuk mengisi ulang energi yang banya terkuras serta menghilangkan kepenatan rutinitas.

Cara kita berlibur pada kenormalan baru akan sangat jauh berbeda dengan apa yang dahulu kita jalani dengan adanya penerapan protokol kesehatan mulai saat kita naik pesawat bila berlibur yang memerlukan angkutan udara hingga selama berada didestinasi wisata.

Penggunaan masker dan menjaga jarak serta mencuci tangan sesering mungkin adalah beberapa contoh dari protokol kesehatan yang akan menjadi bagian dari perjalanan wisata kita dimasa kenormalan baru.

Proses beradaptasi untuk hidup dalam kenormalan baru terutama dalam berlibur bukan sebuah uji coba karena merupakan hal yang sudah keharuan dilakukan dengan kepatuhan dan disiplin dari masing-masing individu.

Kebiasaan lama dalam berlibur harus ditinggalkan sebelum kita ingin mulai berlibur dimasa mendatang ini dan menjadi wisatawan yang responsible dan reponsif.

Wisatawan Responsible

Wisatawan responsible atau bertanggungjawab tidak hanya kepada diri sendiri dan anggota keluarganya namun juga kepada lingkungan dimanapun kita berada. Kebiasaan membuang sampah ditempatnya adalah satu contoh dari sebuah tanggungjawab.

Keselamatan yang sering sekali terlewati oleh banyak wisatawan selama berlibur karena kegembiraan dalam berlibur sebaiknya menjadi prioritas kini. Penggunaan kapal yang tidak memiliki perlengkapan keselamatan seperti pelampung biasanya bukan merupakan aspek keselamatan dimasa lalu itu harus mulai dijadikan panduan keselamatan utama, ingat tidak ada bengkel dan bangunan bila kita sudah dilaut.

Jam kepulangan bila berlayar setelah kembali dari wisata ke Pulau sebaiknya disesuaikan dengan perlengkapan penerangan yang dimiiliki kapal, bila tidak ada lampu, diusahakan untuk tiba di pulau utama sebelum matahari terbenam.

Dalam dunia keselamatan dilaut sudah ada standar untuk perlengkapan keselamatan di laut yaitu SOLAS atau Safety of Life at Sea sehingga ada baiknya kita memahami standar SOLAS tersebut, kita bisa tanya google untuk hal tersebut.

Wisatawan Responsif

Untuk menjadi wisatawan yang responsif adalah kita harus selalu peka dan tanggap dengan apa yang terjadi di sekitar lingkungan selama berlibur dan jangan pernah ragu untuk mengingatkan satu sama lain untuk saling menerapkan protokol kesehatan.

Apabila kita melihat restoran atau hotel yang tidak menyediakan hal yang dianjurkan dalam protokol kesehatan, jangan pernah ragu untuk menanyakan hal tersebut ke pengelola.

ketika kita melihat sampah ada dipantai, ada baiknya kita tanggap dan mengambil sampah tersebut dan membuang pada tempat sampah.

Peka dan tanggap adalah bagian dari responsif yang sebaiknya kita jadikan pacuan untuk saling mengingatkan akan penerapan protokol kesehatan selama berlibur di era kenormalan baru ini.

Penggunaan kata pada kebanyakan situasi akan mempengaruhi respon dari pihak yang kita ingatkan sehingga memang diperlukan sebuah kehati-hatian dalam pengucapannya dan bila kita merasa aksi lebih konkret untuk mencontohkan, hal tersebut bisa juga dilakukan.

Berdapatasi dengan Era Normal Baru

Meninggalkan kebiasaan yang sudah biasa dilakukan memang sulit terlebih bila harus merubahnya dengan yang baru dan mungkin agak terasa berat, namun kini kesehatan dalam segala aspek kehidupan menjadi prioritas yang dulu mungkin belum atau tidak menjadi prioritas dalam kehidupan yang lalu.

Dan dengan melihat tujuan sebenarnya untuk pemberlakuan protokol kesehatan ini dalam kenormalan baru yaitu untuk menjaga kesehatan dan menghindari dari terpaparnya kita akan Covid-19 yang belum ada vaksinnya, protokol kesehatan adalah satu-satunya yang memang harus kita jalankan dengan kepatuhan dan disiplin.