Mengusir dan Menenggelamkan Kapal Pencuri Ikan dengan AC130 Hercules

Oleh : Aviasi.com | 26 September 2020

Membaca judulnya, pasti banyak diantara kita yang bertanya-tanya, bagaimana mungkin sebuah pesawat angkut militer mampu mengusir dan menenggelamkan kapal pencuri ikan.

Namun kalau kita ingat akan salah satu fakta tentang pesawat C-130 Hercules, yakni satu jenis pesawat angkut yang mampu melaksanakan bermacam-macam misi, bahkan mampu melakukan operasi-operasi diluar sewajarnya dilakukan pesawat angkut militer, dengan kata lain mampu melaksanakan “non standard mission”, antara lain mendarat di kapal induk, mampu mendarat di permukaan es di kutub Selatan, mampu melakukan “vertical Take Off/Landing” di sebuah lapangan bola, dan banyak lagi. Satu kemampuan lagi yang paling spektakuler adalah kemampuan pesawat AC-130 Gunship dalam melaksanakan misi “Air To Ground Attack”, seperti sebuah pesawat “fighter bomber”. Sekilas pertanyaan diatas telah terjawab.

Kelahiran pesawat Hercules varian AC-130 Gunship, karena Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) terinspirasi dari keberhasilan pesawat-pesawat jenis Dakota AC-47 Gunship dalam berbagai misi pertempuran selama perang Vietnam, diharapkan dengan menggunakan pesawat yang lebih besar seperti Hercules Gunshippasti akan menimbulkan daya gempur yang lebih dahsyat.

aviasi.com
Howitzer 105 mm pada AC-130 Hercules

Diawali dengan modifikasi sebuah pesawat C-130A dengan memasang perenjataan senapan Gatling 25 mm dan visir yang masih konvensional, penerbangan uji coba pertama pada tahun 1966 berhasil dengan memuaskan.

Diawali dengan modifikasi sebuah pesawat C-130A dengan memasang perenjataan senapan Gatling 25 mm dan visir yang masih konvensional, penerbangan uji coba pertama pada tahun 1966 berhasil dengan memuaskan.

Dengan keberhasilan tersebut, USAF melanjutkan program-program pengembangan AC-130 Gunship, baik pada tipe A, B, dan tipe C-130H. dengan persenjataan yang lebih besar jenis meriam Howitzer 105 mm dan visir bidik elektronik yang canggih.

Tercatat, selama perang Vietnam berlangsung, AC-130 Gunship berhasil menghancurkan 10.000 truk dan kendaraan bermotor lainnya serta merobohkan ratusan personil Vietkong.

Beberapa keberhasilan pesawat AC-130 Gunship di berbagai medan tempur, antara lain :

  • a. Pada tahun 1983 di Grenada dalam operasi “Urgent Fury”, beberapa pesawat AC-130 Gunship USAF berhasil membungkam sistem Pertahanan Udara dan menghambat gerakan maju pihak musuh, sehingga penerjunan dan “air landed” pasukan darat berlangsung dengan aman, dan lapangan udara Paint Salines dapat dikuasai tanpa perlawanan yang berarti.

  • b. Keterlibatan lain dari pesawat AC-130 Gunship USAF, ketika pada tahun 1989, beberapa pesawat AC-130 Gunship yang tergabung dalam operasi “Just Cause” berhasil memporak porandakan Markas Besar dan Fasilitas Pusat Komando dan Pengendalian Angkatan Perang Panama.

  • c. Dalam operasi “Desert Storm” di Irak pada tahun 1991 dimana beberapa pesawat AC-130 Gunship melaksanakan “Closed Air Support Operation” dan “Force Protection Mission” sehingga memberi peluang bergerak maju pasukan darat Amerika Serikat.

  • d. Beberapa pesawat AC-130 Gunship USAF terlibat dalam operasi ‘Restore Hope & United Shield” pada tahun 1993-1994 di Somalia dengan menggelar “Closed Air Support” untuk memberikan perlindungan gerakan pasukan PBB di darat.

  • e. Pada tahun 1993-1995 pesawat AC-130 Gunship USAF terlibat dalam operasi “Deny Flight” dalam membantu pasukan NATO.

  • f. Pada tahun 1998 beberapa pesawat AC-130 Gunship mendukung misi PBB dalam memeriksa keberadaan persenjataan kimia pembunuh massal yang dicurigai dimiliki Iran.

  • g. Operasi “Uphold Democrazy Right Now” di Tahiti pada tahun 1994, beberapa pesawat AC-130 Gunship juga hadir.

  • h. Penyerangan Amerika Serikat ke Afganistan pada tahun 2001 dan ke Iraq pada tahun 2003, pesawat-pesawat AC-130 Gunship juga turut berperan.

Dengan muatan berpuluh-puluh ton amunisi, durasi terbang yang lama, alat bidik dan penembakan sistem computer, serta sensor-sensor elektronik yang serba canggih, pesawat Hercules varian AC-130 Gunship telah lahir sebagai satu genersi pesawat tempur “Air To Ground Attack” terhebat yang pernah diciptakan manusia. Seperti yang dikatakan oleh Kepala Proyek Program pengembangan mutakhir sebanyak 13 unit C-130H : “No other Air to Ground Attack platform in the world offer this capability”.

Angkatan Udara Amerika Serikat telah berhasil memodifikasi dan mengembangkan sebanyak 47 unit pesawat Hercules menjadi varian AC-130 Gunship dari tipe C-130A, C-130B, C-130H, dan dari tipe terbaru C-130J. Informasi tentang harga per unit adalah sebagai berikut :

  • a. USD 56,4 juta (untuk tipe A, B, dan H dengan persenjataan standard)

  • b. USD 139,9 juta (untuk tipe J dengan persenjataan standard)

  • c. USD 216 juta ( untuk tipe J, program U-Boat), persenjataan yang lebih besar dengan sistem penembakan dan peralatan elektronik yang lebih canggih.

Kita telah mengetahui kemampuan dan kehebatan pesawat Hercules varian AC-130 Gunship, terutama dalam misi “Air To Ground Attack”, berarti mampu menghancurkan sasaran di darat maupun sasaran di permukaan air.

Sekarang kita tinggal berandai-andai, sekiranya Indonesia memiliki jenis pesawat Hercules seperti itu, maka pencurian berbagai kekayaan laut Indonesia dan pencurian kekayaan lainnya yang diangkut melalui laut, seperti kayu gelondongan, BBM dan lain sebagainya akan dapat ditanggulangi.

Kapal-kapal penangkap ikan China yang setiap hari melakukan kegiatan pencurian ikan di kawasan laut Natuna, wilayah yurisdiksi Nasional, yang dengan congkaknya tidak menghiraukan peringatan agar keluar dari wlayah Indonesia, karena beranggapan Indonesia tidak mempunyai kemampuan mengusir mereka, dengan menghadirkan AC-130 Gunship kapal-kapal pencuri ikan tersebut akan lari terbirit-birit.

Memang harganya cukup mahal, namun kalau kita bandingkan dengan kerugian Negara yang diakibatkan pencurian ikan, kayu gelondongan, BBM dan kekayaan lainnya yang nilainya bermilyard USD setiap tahunnya maka harga pesawat AC-130 Gunship belumlah seberapanya.

Mari kita bermimpi terlebih dahulu, dengan keyakinan suatu hari pasti menjadi kenyataan, demi mengamankan kekayaan Negara, serta menjaga kedaulatan, harga diri dan wibawa Nasional.


Artikel menarik lainnya :