Mitos pada Aviasi

Icarus dan Pegasus

Mitos pada Aviasi

Aviasi.com | 30 Oktober 2020

Badan Aviasi Sipil Dunia atau ICAO menjadikan Icarus dan Pegasus sebagai lambang perdamaian dalam penerbangan sipil dunia, ini yang melatarbelakangi simbol tersebut.

Icarus dan Pegasus merupakan dua dari sekian banyak mitos Yunani namun kedua mitos ini yang melambangkan penerbangan atau keinginan manusia untuk dapat terbang sejak dahulu kala.

Kedua mitos ini juga melambangkan kedamaian pada penerbangan sipil dunia yang diterapkan oleh Badan Aviasi Sipil Dunia atau ICAO sebagai bahasa universal pada dunia penerbangan sipil dunia.

Icarus

Mitos tentang Icarus ini sebenarnya menceritakan bapaknya Icaurus yang dipenjara bersama Icarus oleh Raja Minos of Crete di sebuah pulau di Yunani yaitu pulau Crete yang dikelilingi oleh lautan.

Daedulus adalah seorang arsitek dan membangun labirin untuk Raja Minos of Crete ketika itu yang tidak puas akan hasil kerja Daedalus dan kemudian memenjarakan Daedulus dengan anaknya Icarus di Labirin tersebut yang berlokasi di pulau Crete.

Raja Minos of Crete berkuasa dan memiliki kontrol penuh atas lautan disekitar pulau Crete dan hal ini membuat Daedalus berpikir bahwa jalan satu-satunya untuk melarikan diri dari pulau tersebut adalah melalui udara.

Daedalus yang juga memiliki keahlian membuat sesuatu atau craftman kemudian mengumpulkan bulu-bulu dan lilin untuk membuat sayap dan ketika sayap tersebut berhasil dibuat, Daedalus dan Icarus berhasil keluar dari pulau tersebut dengan terbang dengan sayap tersebut.

Daedalus berhasil mendarat di daratan namun Icarus terlalu menikmati sensasi terbangnya dan mendekati matahari yang pada akhirnya melelehkan lilin yang menyatukan sayapnya.

Icarus kemudian terjatuh ke laut dan meninggal.

Pegasus

Mitos yang satu ini menceritakan seekor kuda bersayap yang menurut mitos memiliki darah monster Medusa yaitu monster bersayap dan berambut ular dalam mitos Yunani.

Saat Pegasus sedang minum di mata air di kota Corinth, Pegasus ditangkap oleh monster bernama Bellerophon yang ingin terbang ke Surga.

Bellerophon bersama Chimera, monster berkepala singa, berbadan kambing dan berekor naga kemudian menunggangi Pegasus untuk terbang ke Surga.

Hal ini tidak disukai oleh Zeus, Raja Dewa dalam mitos Yunani yang kemudian merubah Pegasus menjadi rasi bintang.

Mitos Daedalus dan Icarus oleh ICAO dijadikan lambang kesuksesan, keselamatan dan progress sebuah penerbangan oleh Daedalus dan kesombongan yang melupakan bahwa kita bisa saja terbang dan melupakan segala masalah dunia namun jangan melupakan bahwa Sang Pencipta adalah pemilik dari semua ini termasuk penerbangan.

Sedangkan mitos Pegasus melambangkan keinginan manusia untuk menguasai angkasa seperti yang terlihat sekarang ini dengan persaingan antar maskapai di dunia dengan dan dalam setiap perubahan yang terjadi di dunia.