Kapal Induk Angkatan Laut Amerika

Aviasi pada Angkatan Laut

Pengoperasian pesawat terbang pada dunia kemiliteran tidak saja melibatkan angkatan udara dan darat, tetapi juga angkatan laut atau sering kita mendengarnya dengan istilah dalam bahasa inggris yaitu naval aviation.

Akan tetapi penggunaan pesawat terbang pada angkatan laut didasari oleh sea-air aviation dimana kemampuan pesawat terbang untuk terbang di atas dan melintasi laut serta didasari oleh pelopor aviasi dunia yaitu Wright Bersaudara.

Pada sejarah Naval Aviation dari Angkatan Laut Amerika (US Navy) disebutkan bahwa ketika Wright Bersaudara berbicara dihadapan para anggota sebuah perkumpulan aviasi di Perancis pada tahun 1908 menyinggung kemungkinan melakukan penerbangan menyeberangi samudera baik untuk perang maupun non perang.

Ucapan dari Wright Bersaudara tersebut didasari oleh Mitos Yunani yaitu Daedalus dan anaknya Icarus yang di penjara di pulau Kreta yang dikelilingi oleh lautan dimana Daedalus berpikir bahwa satu-satunya jalan untuk keluar dari pulau tersebut adalah melalui udara.

Daedalus kemudian memuat sayap dari bulu untuknya dan Icarus dan mereka berhasil melarikan diri lewat udara dengan sayap tersebut, Daedaulus berhasil selamat namun Icarus tergiur dengan sensasi terbangnya dan mendekati matahari sehingga melelehkan sayapnya dan terjatuh ke laut.

Wright Bersaudara berkeyakinan ketika itu bahwa peperangan akan melibatkan penggunaan pesawat terbang di masa mendatang dan tidak saja peperangan dalam satu daratan saja melainkan beda benua yang membutuhkan penerbangan melintasi lautan atau samudera.

Aviasi Militer

Pengoperasian Pesawat Berbasis Lautan

Penggunaan pesawat terbang pada dinas Angkatan Laut adalah kombinasi pengoperasian pesawat terbang berbasis di darat yaitu di pangkalan kemiliteran dan yang berbasis di lautan dengan menggunakan kapal induk sebagai basis nya.

Hal ini berbeda dengan sea aviation yang jenis pesawatnya memang dioperasikan dari air atau lautan seperti jenis seaplane dan flying boat.

Tujuan dari penggunaan kapal induk sebagai basis bagi pesawat-pesawat terbang angkatan laut adalah untuk dapat beroperasi pada jarak yang terdekat pada daerah yang menjadi operasi militer ataupun ancaman.

Penggunaan kapal perang dirubah oleh kapal induk yang lebih kokoh dan dapat menjadi sebuah pangkalan militer di tengah lautan dan bersifat mobile atau dapat berpindah-pindah sehingga dapat mengurangi biaya pre-stocking dan pre-positioning ketika terjadi peperangan atau operasi militer.

Kapal induk sebagai pangkalan militer di lautan juga melakukan misi-misi yang sama seperti pangkalan militer berbasis didarat seperti penyerangan, pengintian dan SAR, sehingga jenis pesawat yang berpangkalan di kapal induk ini disesuaikan dengan misinya.

Pesawat-pesawat seperti pesawat tempur dan helikopter adalah jenis yang umum berpangkalan di kapal induk ini serta jenis pesawat yang memiliki kemampuan untuk lepas landas dan mendarat secara vertikal atau VTOL (Vertical Takeoff Landing) seperti pesawat F-35 dan Harrier serta yang hanya memerlukan landasan pendek atau STOL (Short Takeoff Landing).

Aviasi pada Angkatan Laut

Saat ini beberapa negara memiliki naval aviation dalam Angkatan Laut mereka seperti Amerika, Perancis, Rusia, Inggris, Cina dan lainnya.

Dan sama pada penerapan angkatan lainnya, aviasi militer tidak saja digunakan saat perang saja melainkan juga melakukan misi-misi kemanusiaan, hal ini kita bisa melihat beberapa kapal induk yang berpangkalan di lautan mengirimkan pesawat-pesawatnya memberikan bantuan kepada daerah yang terkena bencana.