Sumber :USAF

Pesawat Angkut Militer

Pesawat Angkut Militer adalah pesawat angkut yang digunakan oleh pihak militer dalam menjalankan misi pengangkutan peralatan dan perlengkapan militer serta serdadu/tentara dan juga misi kemanusiaan dan bantuan dalam keadaan damai.

Saat terjadinya konflik yang membutuhkan operasi militer, maka dibutuhkan proses pre-positioning dan pre-stocking yang sangat cepat dan terkordinasi.

Disinilah peran sebuah pesawat angkut militer terlihat jelas penting bagi dunia kemiliteran dalam menjalankan misinya saat dibutuhkan.

Proses pengangkutan yang harus berjalan sesuai kebutuhan yang berlaku dan dalam waktu yang sesingkat mungkin agar dapat sedini mungkin memulai dan menjalankan misi militernya di daerah konflik yang sedang berlangsung.

Aviasi.com

Daya angkut yang besar dan dapat terbang jarak jauh tanpa harus transit atau singgah untuk pengisian bahan bakar sangat dibutuhkan untuk mempercepat proses pengangkutan selain itu juga kemampuan pesawat terbang angkut untuk lepas landas dan mendarat di landasan pacu yang pendek dan belum siap menjadi faktor keberhasilan proses pengangkutan tersebut .

Dalam keadaan damai, pesawat angkut militer juga dapat melakukan misi kemanusiaan dan bantuan (recovery) saat terjadi bencana di sebuah daerah, dan dikatakan bahwa pesawat angkut lah yang menjadi pesawat pertama yang selalu mendarat dan ditunggu untuk mengangkut bantuan yang dibutuhkan.

Jika di Indonesia kita semua sudah mengetahui benar bahwa pada saat dibutuhkan untuk mengangkut bantuan dan misi kemanusiaan, pesawat angkut militer C130 Hercules TNI AU adalah pesawat yang selalu melaksanakan misi-misi bantuan (recovery).

STOL, VTOL dan FVL

Kebutuhan akan pengangkutan militer yang sesuai dengan kebutuhan dan dapat melakukan misi dengan mengurangi resiko akan penyerangan dari musuh terhadap pangkalan/basis militer mereka di medan pertempuran,membuat pihak militer memikirkan akan pesawat angkut dengan kemampuan mendarat dengan menggunakan landasan pacu yang pendek ( Short Takeoff and Landing )dan pesawat angkut dengan kemampuan angkut vertikal ( Vertical Takeoff and Landing ) seperti pada helikopter namun dengan daya angkut yang lebih dan lebih cepat.

Resiko akan penyerangan pada pangkalan udara atau pangkalan operasi di medan pertempuran oleh musuh juga membuat pihak militer terutama militer Amerika sudah mempertimbangkan untuk tidak membangun pangkalan militer saat terlibat konflik atau peperangan sehingga dibutuhkan pesawat angkut yang dapat melakukan pengangkutan tanpa harus membangun landasan pacu atau menggunakan pangkalan udara negara sahabat.

Pihak Angkatan Udara Amerika contohnya sudah mulai memikirkan ini sejak tahun 1980 an dan kini mulai mempertimbangkan untuk mengadaptasi teknologi yang sudah digunakan oleh Angkatan Darat Amerika yaitu Future Vertical Lift atau FVL