Sejarah Pesawat SST

Oleh Aviasi.com | 6 Februari 2021

Pesawat TU-144
Pesawat TU-144 (needpix.com)

Pesawat SST atau Supersonic Transport adalah pesawat transport yang didesain dengan mesin berkecepatan lebih dari kecepatan suara untuk mengangkut penumpang.

Pesawat transport disini bukan berarti pesawat angkut kargo melainkan pesawat angkut untuk mengangkut penumpang dan kargo atau secara komersial yaitu menawarkan penerbangan kepada publik dengan mendapatkan nilai ekonomi dari penjualan tiket sama halnya dengan pesawat transport atau airliner lainnya.

Pada era tahun 1960 an dunia aviasi memang sedang booming terutama pada aviasi komersial sehingga persaingan tidak hanya pada maskapai melainkan pada pabrikan untuk membuat pesawat komersial atau airliner sesuai dengan permintaan dari para pelanggannya serta melihat perkembangan yang terjadi ketika itu.

Para maskapai ketika itu tidak saja menuntut pesawat dengan kapasitas besar yang dapat mengangkut banyak penumpang melainkan juga lebih cepat dari pesawat yang sudah ada ketika itu.

Dalam konteks kapasitas, persaingan dalam mengembangkan pesawat komersial berbadan lebar sedang terjadi, paling tidak pada 4 pabrikan ketika itu yang sedang ikut serta dalam pengembangan pesawat CX-HLS permintaan dari Tentara Amerika yang membutuhkan pesawat kargo dengan kapasitas besar.

Dalam konteks kecepatan, para pabrikan juga berlomba menjadi yang pertama dalam mengembangkan pesawat SST ini sebagai pesawat airline.

Latar Belakang

Pada tanggal 14 Oktober 1947 seorang penerbang militer Amerika bernama Chuck Yeager memecahkan rekor terbang pada kecepatan 1.05 Mach pada ketinggian 45,000 feet atau sekitar 13,700 m, hal ini membuat seluruh dunia menyadari bahwa penerbangan dengan kecepatan supersonik dimungkinkan.

Pada tahun 1963 Pemerintah Amerika ingin mengembangkan pesawat komersial supersonik pertama didunia dan ada 2 pabrikan yang ikut dalam kompetisi tersebut yaitu Boeing dan Lockheed (sekarang Lockheed Martin).

Boeing 2707 adalah desain yang memenangkan persaingan untuk membangun pesawat komersial supersonik di dunia yang dilakukan oleh Pemerintah Amerika, sedangkan desain konsep Lockheed L-2000 sebagai pesaing dari konsep pada persaingan tersebut.

Selain dari dua pabrikan diatas, ada beberapa pabrikan yang juga melakukan yang sama dalam mengembangkan SST yaitu Douglas dengan Douglas 2229 dan di benua seberang pihak Arospatiale dan BAC mengembangkan Concorde dan tanpa diduga pabrikan Tupelov mengembangkan TU-144.

Walau dinyatakan menang dan siap untuk dikembangkan, namun ternyata project ini dibatalkan oleh Pemerintah Amerika dengan beberapa alasan.

Boeing pun harus rela meninggalkan desain Boeing 2707 dan kemudian kembali pada pengembangan pesawat berbadan lebar dengan latar belakang project CX-HLS.

Pada tanggal 31 Desember 1968 prototipe dari pesawat TU-144 dengan registrasi CCCP-68001 terbang pertama kali dari lapangan terbang di Moscow selama 37 menit.

Namun dalam penerbangan perdana tersebut, pesawat belum terbang mencapai kecepatan supersoniknya, baru pada tanggal 5 Juni 1969 pesawat TU-144 terbang pada kecepatan supersoniknya yaitu 1.08 Mach.

Prototipe pertama Concorde 001 dengan registrasi F-WTSS dari sisi Perancis terbang perdana pada 2 Maret 1969 dan prototipe kedua 002 dengan registasi G-BSST dari sisi Inggris pada tanggal 9 April 1969.

Sama halnya dengan TU-144, penerbangan perdana Concorde belum mencapai kecepatan supersionik ketika itu, baru pada tanggal 1 Oktober 1965 Concorde berhasil terbang pada kecepatan supersoniknya pada 1.0 Mach dan prototipe 002 terbang pada Mach 2 pada tanggal 4 November 1970.

Pada akhir masa kejayaannya hanya ada 16 pesawat TU-144 yang diproduksi termasuk 2 buah prototipe nya, sedangkan Concorde diproduksi sebanyak 20 buah termasuk 6 buah yang merupakan prototipe dan pesawat test.

Penerbangan Komersial

Concordski terbang secara komersial pada tanggal 26 Desember 1975 dengan mengangkut surat kargo dengan rute Moscow - Alma-Ata dan mengangkut penumpang pada tanggal 1 Nopember 1977, namun pada penerbangan bolak balik ke 55 dengan Concordski dihentikan setelah kecelakaan pada penerbangan ke 55 kali tersebut.

Concorde mulai terbang secara komersial pada tanggal 21 Januari 1976 dengan rute London ke Bahrain serta Paris ke Rio de Janeiro.

Sonic Boom

Perkembangan dunia aviasi komersial sepertinya kini mengarah kepada efisiensi bukan pada kecepatan dan terlebih lagi dengan anjuran kepada para maskapai untuk mengurangi pembakaran emisi.

Selain dari itu sonic boom yang dihasilkan oleh pesawat supersonik sangat menggangu lingkungan sekitar dengan suaranya yang seperti ledakan petir serta penggunaan bahan bakar yang melebihi pesawat jet lainnya.

Baca Juga : Perkembangan Aviasi Komersial

Pada perkembangannya kini memang ada beberapa produsen yang sedang mengembangkan kembali pesawat SST ini akan tetapi melihat dari dampak kepada lingkungan dan sonic boom yang dihasilkan, banyak pabrikan besar kini justru memproduksi pesawat yang lebih ramah kepada lingkungan dan dengan suara yang tidak keras dan utamanya lebih kepada yang memiliki kemampuan terbang lebih jauh seperti pada Airbus A-350, A-321 LR dan Boeing 777 generasi ketiga yaitu B-777 8 dan 9.

Dan jika kita melihat jumlah produksi dari kedua pesawat SST diatas, TU-144 dan Concorde dapat terlihat kurangnya permintaan akan pesawat tersebut ketika perkembangan aviasi komersial ada pada jaman pesawat berbadan lebar, dan terlebih kini dan masa depan adalah jamannya efisiensi pada dunia aviasi komersial.

Dunia memang mencatat bahwa Concorde adalah pesawat SST yang sukses di era nya, namun dalam sejarah aviasi dunia, terdapat 2 buah pesawat SST yang sampai pada produksi dan pengoperasian yaitu Concordski dan Concorde.